Berita Terkini


PACU PEMBANGUNAN DAERAH, KENDAL TINGKATKAN SUMBER PENERIMAAN DAERAH

Selasa, 20 Februari 2018 15:03:42

KENDAL - Dalam memacu perkembangan pembangunan di Kabupaten Kendal pada masa mendatang, diperlukan peningkatan sumber–sumber penerimaan daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yaitu salah satunya Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2), yang semuanya untuk kepentingan masyarakat.

Sekretaris Daerah kabupaten Kendal Moh. Toha, ST, MT mengatakan hal tersebut saat membuka kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kabupaten Kendal Tahun 2018 Tanggal 20 Februari 2018 Di Pendopo Kabupaten Kendal, Selasa (20/2).

Dijelaskan Toha, pengelolaan PBB-P2 harus terus ditingkatkan, serta ditangani dengan penuh kehati-hatian agar tidak mengundang permasalahan dikemudian hari. "Komitmen, kemandirian dan keseriusan perlu dimiliki aparatur Desa/Kelurahan, Kecamatan dan OPD terkait, agar pengelolaan PBB-P2 dapat berjalan lancar dan sukses, sesuai ketetapan yang ditentukan," ucapnya.

"Pada kesempatan ini, ada beberapa yang perlu saya sampaikan. Pertama,berikan hadiah (reward) bagi wajib pajak teladan, untuk Desa / Kelurahan maupun Kecamatan yang lunas PBB-P2 sebelum jatuh tempo dan sebelum anggaran berakhir. Kedua, kepada Bakauda, Para Camat, Kepala Desa dan Lurah, agar lebih intensif lagi melakukan sosialisasi atau himbauan kepada masyarakat bagi wajib pajak untuk tidak menunda dan segera membayar pajak, melalui : penyuluhan, baliho, spanduk, media massa lainnya. Sehingga, kesadaran dan pengertian masyarakat akan pentingnya membayar Pajak akan meningkatkan. Ketiga, kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Kabupaten Kendal, untuk menjadi contoh/tauladan yang baik di masyarakat dalam ketaatan membayar pajak dengan melakukan pembayaran tepat waktu tanpa harus menunggu jatuh tempo," terang Toha.

Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti semua Camat dan Kepala Desa serta Lurah di Kabupaten Kendal dan para wajib pajak dari kalangan pengusaha atau swasta. ( Kominfo / heDJ )

 

 

 

 


Indeks Berita