KENDAL - Potensi pariwisata di Kabupaten Kendal menjadi fokus perbincangan Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, MSi dengan Konsul Jenderal RI Johor Bahru Malaysia, Haris Nugroho beserta rombongan saat bersilaturahmi ke Kabupaten Kendal, Selasa (20/3). Mereka diterima di Ruang Kerja Bupati terdiri Para Pelaksana Fungsi Konsuler, Staf Fungsi Konsuler dan Staf Teknis Konsul serta 2 pendamping dari Universitas Semarang. Selain sektor pariwisata, bupati juga memaparkan kondisi daerah dan beberapa sektor yang menarik perhatian. Yaitu sektor industri, perkebunan, pertanian dan lain-lain.
Kabupaten Kendal dituturkan oleh bupati, memiliki wilayah daratan pantai yang mengembangkan sektor pariwisata dan industri. Sementara wilayah atas merupakan daerah pegunungan yang memiliki potensi bagi pengembangan perkebunan, peternakan dan pertanian dan lain-lain. Di antaranya mampu menghasilkan kopi, teh, jambu, ayam petelur. Produk Teh Kendal kini telah mampu diekpor ke Jepang. Dimikian juga produk buah Jambu Getas Merah kini telah dikembang menjadi aneka produk dan telah dilirik para investor. Potensi-potensi lain dapat menjadi bahan ekspose peluang-peluang investasi bagi investor Malaysia.
Khusus mengenai Kawasan Industri Kendal, Konsul Jenderal RI Johor Bahru yang membawahi 4 negeri yaitu negeri Pahang, negeri Johor, negeri Sembilan dan negeri Malaka itu meminta banyak penjelasan secara panjang lebar. Peluang-peluang investasi dan kerja sama lain di Kendal menjadi bahan rekomendasi yang akan disampaikan kepada investor Malaysia yang telah menunggu. Menurut Haris Nugroho, Tidak hanya Upah yang kompetitif, tetapi juga kondisi daerah yang kondusif dan komitmen para pimpinan daerah menjadi menartk perhatian. Untuk itu, usai bertemu bupati, fihaknya dan seluruh rombongan akan melihat secara langsung ke lokasi Kawasan Industri Kaliwungu.
Selain dalam rangka menjajagi dan mencari peluang-peluang investasi bagi investor Malaysia, KJRI Johor Bahru Malaysia juga mengemban misi tugas untuk perlindungan Tenaga Kerja Indonesia. Khusunya dari Kendal. Banyaknya kasus kekerasan dan pelecehan yang menimpa tenaga kerja Indonesia di luar negeri membutuhkan perhatian. Untuk itu, fihaknya bekerja sama dengan Universitas Semarang (USM) menyusun program dalam rangka membekali para TKI dengan persiapan pengetahuan yang cukup. Oleh karenanya, untuk mewujudkan kerja sama tersebut, dalam ajang silaturahmi juga diagendakan penanda-tanganan (MOU) dengan fihak kampus dan mengunjungi kantor BP3TKI Jawa Tengah di Semarang. ( Kominfo )