KENDAL - Sosialisasi Kearsipan bagi Kepala Sekolah, TU dan Guru SMA-SMK sebagian wilayah Jawa Tengah berlangsung di SMAN 1 Kendal di Ruang Laboratorium Seni Budaya dan Film "Saraswati", Selasa (27/3). Kegiatan tersebut diikuti perwakilan 18 kabupaten kota di Jawa Tengah, di antaranya Kendal, Temanggung, Tegal, Kudus, Kota Semarang dan Cilacap.
Wakil Bupati Kendal Drs. Masrur Masykur membuka kegiatan tersebuty mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Wabup Masrur menyambut baik dengan dipilihnya Kabupaten Kendal sebagai tuan rumah dan berharap sosialisasi berlangsung dengan baik serta menghasilkan ide dan gagasan yang membangun utuk kemajuan dunia kearsipan baik tingkat nasional maupun Jawa Tengah dan kabupaten atau kota di Jateng.
Menurut Wabup, berbagai masalah yang muncul dalam mendukung penyelenggaraan kearsipan nasional untuk mewujudkan penyelenggaraan negara dan khususnya pemerintahan yang baik dan bersih, serta peningkatan kualitas pelayanan publik mencerminkan rumitnya tantangan yang harus dihadapi bersama oleh pencipta arsip dan lembaga kearsipan, termasuk ANRI yang diberi tugas dalam bidang kearsipan, untuk mengatasi masalah dan tantangan tersebut.
Peran ANRI sangat strategis, karena penyelenggaran kearsipan merupakan cara yang tepat untuk mendukung akuntabilitas, transparansi, serta pelindungan kepentingan negara dan hak-hak keperdataan rakyat, dengan mengoptimalkan sumber daya yang melibatkan pencipta arsip dan lembaga kearsipan serta peran serta semua masyarakat.
"Pengelolaan arsip sebagai jejak rekam pembangunan daerah dan sebagai dokumen sejarah perjalanan bangsa menjadi tanggung jawab bersama, yaitu : lembaga negara, pemerintah, perusahaan/swasta, organisasi politik, organisasi masyarakat, sekolah dan perseorangan, maka menjadi kewajiban instansi pencipta arsip beserta SDM yang ada (Fungsional Arsiparis maupun Petugas Pengelola Arsip) untuk menyelenggarakan kearsipan yang lebih baik sesuai kaidah kearsipan," terang Wabup.
Sementara, untuk pengarsipan di sekolah, lanjut Wabup, pengelolaan arsip yang baik akan menjamin keselamatan dan keamanan arsip sebagai bukti pertanggungjawaban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Masalah pengelolaan arsip di lingkungan sekolah agar segera terwujud dengan baik, mengingat telah terlaksananya kegiatan inventarisasi P3D (Personel, Pendanaan, Sarana dan Prasarana serta Dokumen) di SMAdan SMK.
Masrur berharap, melalui kegiatan sosialisasi kearsipan ini, diharapkan SMA dan SMK yang ada di Kabupaten Kendal agar dapat mengetahui dan memahami regulasi/pedoman Pengelolaan Arsip. Pada akhirnya nanti dapat lebih mengenal manfaat arsip, sehingga menjadi terampil dalam mengelola administrasi dan arsip sekolah, serta adanya peningkatan kinerja dalam pengembangan kearsipan dan perpustakaan yang lebih maksimal.
"Setiap instansi pencipta / lembaga / unit sebagai pengelola arsip agar berupaya melakukan penyelamatan arsip-arsip yang masih bernilai, guna dengan pemenuhan kekurangan sumber daya manusia, atau dapat menunjuk pegawai sebagai pengelola arsip, atau menambah SDM Fungsional Arsiparis denganjalur inpassing sesuai dengan Perka ANRI Nomor 6 Tahun 2017," pungkasnya.
Sosialisasi diisi dengan seminar yang menghadirkan nara sumber Wakil Bupati Kendal, Kepala Biro Organisasi, Kepegawaian dan Hukum Arsip Nasional RI, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kendal Abdus Salam, SE. ( heDJ / Kominfo )