KENDAL - Puluhan pelajar dan mahasiswa Kendal, antusias mengikuti sosialisasi penggunaan medsos bijak dan kreatif yang di gelar oleh Diskominfo Kabupaten Kendal (27/3) di aula gedung wanita. Dua narasumber yang dihadirkan adalah Moh. Muzakka Mussaif dari Undip Semarang dan Dyah Widiastuti dari Diskominfo Provinsi Jawa Tengah. Acara dibuka oleh Sekdin Kominfo Arif Musbichin.
Pelajar dan mahasiswa sengaja disasar oleh panitia, karena dinilai, pada usia ini paling banyak aktif menggunakan medsos. Pada sisi lain, mereka merupakan generasi penerus bangsa, sehingga diharapkan para mahasiswa dan pelajar ini, tidak terkontaminasi oleh penggunaan medsos yang tidak benar. Sebab, saat ini banyak berita/informasi yang tidak benar/hoax dan banyak juga ditemukan adanya postingan-postingan yang kurang mendidik.
Endang Sri Handayani, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik pada Diskominfo Kabupaten Kendal, yang juga panitia penyelenggara menyampaikan, melalui kegiatan sosialisasi medsos cerdas diharapkan para pelajar dan mahasiswa bisa memanfaatkan Internet/ media sosial secara bijak dan baik, tepat guna, aman, sesuai etika, budaya dan norma yang berlaku. Disamping itu juga diharapkan dapat menciptakan karya baru yang berpotensi bisa memberikan manfaat dan nilai tambah bagi pelajar dan mahasiswa tersebut.
Muzakka pada kesempatan tersebut, menyampaikan materi tentang "Etika dalam menggunakan media sosial, sedangkan Dyah Widiastuti menyampaikan materi tentang "Hoax dan pengaruh medsos bagi generasi muda.
Disampaikan Muzakka, fenomena medsos yang terjadi saat ini adalah maraknya berita bohong (hoax), bullying, kampanye hitam, menebar ujaran kebencian dan sebagainya. Karena itu dia berharap kepada peserta sosialisasi untuk menggunakan medsos dengan etika. "Hindari penyebaran isu sara, hindari pornografi, hindari juga foto atau vidio kekerasan. Kroscek kebenaran berita, sehingga tidak terjebak dan tidak terpancing berita-berita keliru atau hoax.
Sementara itu Dyah Widiastuti mengatakan, pengaruh hoax bagi generasi muda antara lain adalah remaja akan mudah percaya pada hoax karena remaja masih cenderung emosional. "Setiap informasi yang masuk, apalagi yang sensasional akan langsung disebarkan", katanya.
"Remaja seharusnya lebih bijaksana saat posting karena medsosmu hari ini adalah portofolio dimasa depan. Kalau sudah terlanjur menyebar, tidak bisa dihapus. Seyogyanya remaja selalu memverifikasi berita yang didapat dari internet", pesan Dyah. (kris/kominfo)