Kendal ~ Tak cukup dengan kenangan foto bersama Bupati dan bersalaman saja, peserta Silaturrahim dan Halal Bihalal yang dihadiri Bupati Kendal dr Mirna Annisa, M.Si , juga merasa rindu mendambakan suara sapaan Bupatinya yang cantik. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur, Sabtu (23/6), saat memberikan sambutan Safari Halal Bihalal hari ke 3 di kecamatan- kecamatan se-kabupaten kabupaten Kendal bersama rombongan Sekda dan para pimpinan OPD.
Menurut Wakil Bupati Masrur Masykur, bagi kades dan jajaran perangkat desa, suara Bupati Mirna bagaikan suara seorang Ibunda kepada putra putrinya. Apapun yang diucapkan oleh sang Bunda pasti menarik dan didengarkan oleh sang anak. Termasuk kalau sang ibu sedang marah atau sedang mengingatkan dan memotivasi pelaksanaan tugas.
Terlebih dalam suasana hari raya idul Fitri, tanpa diminta, dan sebelum diminta, Ibu Bupati pasti memberi maaf dengan ikhlas lahir dan batin kepada para seluruh bawahan dan masyarakat di kecamatan dan desa. Semua kesalahan dan kekhilafan yang lalu saling dihapuskan bersama sama dan memulai dengan kondisi yang baru.
Mendengar ucapan Wakil Bupati Masrur, Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, M.Si pun tersenyum dan mengaku jika beliau kalah umur dan sering dikerjai. "Pak Wakil itu, (Wakil Bupati Kendal-red), sudah Kyai Haji dan ustadz pengalaman seusia ayahanda saya (Bupati)," kata Bupati Mirna. Dengan menekankan ucapan Wakil Bupati, beliau menyampaikan permintaan maaf dan memberi maaf dengan tulus ikhlas kepada semuanya saja termasuk seluruh warga masyarakat setempat kabupaten Kendal.
Safari halal bihalal hari ke 3 di 5 kecamatan yaitu Cepiring, Kangkung, Rowosari, Weleri dan Ringinarum serta 2 lokasi lain. Oleh Bupati kesempatan tersebut, tidak hanya digunakan untuk Silaturrahim dan Halal Bihalal saja. Namun juga untuk berkomunikasi dan evaluasi dengan seluruh jajaran kecamatan dan desa serta dengan seluruh unsur elemen masyarakat.
Beberapa masalah yang diangkat oleh Bupati langsung dikonfirmasi dengan pimpinan OPD sehingga bisa langsung ditindak-lanjuti. Begitu juga program bersama kecamatan dan desa yang ditargetkan tahun 2018, disepakati penyelesaiannya. Bupati mengingatkan agar menghindari suudzon atau prasangka buruk. Jika ada prasangka harus direspon dibuktikan dengan kerja nyata.
e-Kominfo.