KENDAL - Dalam perjalanannya menghadiri kunjungan Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI di CA Darupono, Senin (30/7/2018) di Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan Bupati Kendal dr. Mirna Anissa, M.Si dan Wakil Bupati Drs. Masrur Masykur terhambat unjuk rasa yang memenuhi jalan.
Bupati Mirna, masyarakat yang berunjukrasa yang kebanyakan orang tua murid, untuk bersabar lantaran Pemkab Kendal sudah mengupayakan dengan bertemu dengan pihak Jasa Marga dan Waskita Karya terkait kejelasan pembangunan gedung sekolah yang terdampak proyek tol.
Kepada wali murid dan warga bupati menjelaskan bahwa lahan untuk pengganti sekolah yang digusur sudah siap. Bupati berjanji dalam minggu depan sudah mulai dilakukan pembangunan termasuk memperbaiki jalan rusak.
“Pemkab Kendal sudah sejak tahun 2016 menyiapkan lahan untuk pengganti sekolah, tinggal kesiapan pelaksana dalam hal ini PT Waskita pelaksana proyek jalan tol Batang Semarang untuk segera melakukan pembangunan,” ungkap Bupati Mirna.
Sementara, Ketua Komite SDN 2 Protomulyo, Setia Nugraha dalam orasinya meminta kepastian kapan sekolah yang dibongkar segera dibangun. Sudah hampir setahun siswa belajar di teras masjid, tanpa meja kursi karena sekolah yang baru belum juga dibangun.
Selain meminta sekolah yang digusur akibat tol segera dibangun warga Dusun Piliran Desa Protomulyo termasuk orang tua murid juga meminta Pemkab Kendal memperjuangkan aspirasinya. Mereka meminta jalan desa yang dilalui proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang diperbaiki, karena kerap berdebu dan menganggu kesehatan warga.
Diketahui, puluhan orangtua wali murid dan warga yang menunggu sejak pagi langsung memblokade jalan dan mengadang rombongan Bupati Kendal yang hendak menghadiri kegiatan dengan DPR RI di CA Darupono.
Mobil patwal dihadang warga dan meminta Bupati Kendal untuk menemui orangtua wali murid dan warga Protomulyo. Warga kemudian mendatangi Bupati Kendal Mirna Annisa yang langsung turun dari mobil untuk memberikan penjelasan terkait permasalahan ini.
Lalu lintas jalan di bawah jembatan layang tol Batang Semarang yang juga jalur alternatif Kaliwungu-Ungaran ini macet total karena blokade warga. ( Kominfo / heDJ )