BATAM - Dalam kegiatan Pentas Seni dan Budaya Kendal di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (24/11/2018) di rauang Ball Room Golden Prawn Bengkong, Bupati Kendal dr. Mirna Anissa,M.Si beserta rombongan yang terdiri dari Wakil Ketua DPRD Kendal, Sekda Kendal dan sejumlah kepala OPD Pemkab Kendal bertemu dan bersilaturahmi dengan ribuan warga asal Kabupaten Kendal baik yang sudah menjadi warga Kota Batam maupun yang hanya bekerja.
Dalam sambutannya sebelum Pentas Seni dan Budaya Kendal yang menampilkan kisah babad Kabupaten Kendal yang disajikan dalam bentuk kethoprak / opera digelar, Bupati Mirna menyatakan kebahagiaannya lantaran disambut dengan meriah dan antusias oleh warga asal Kabupaten Kendal yang ada di Kota Batam. "Kami mengucapkan terima kasih pada saudara - sadaraku sekalian yang telah menyambut kami dengan sangat baik dan ramah. Kami datang dengan membawa tim kesenian untuk menghibur warga asal Kendal yang ada di Batam. Harapan kami hal ini dapat memperkuat ikatan batin dengan tanah leluhur "Kabupaten Kendal" dan menjalin persatuan antar warga asal kendal di Kota Batam ini," beber Bupati Mirna.
Dan yang utama, lanjut orang nomor satu di Kabupaten Kendal tersebut, Pemkab Kendal menginginkan dapat bekerjasama dengan warga asal Kendal di batam dan terutama Pemerintah Kota Batam untuk ikut mempromosikan produk - produk dan potensi asal Kabupaten Kendal. "Kami ingin memiliki gerai yang khusus menjual dan memperkenalkan produk - produk asal Kabupaten Kendal," kata Bupati Mirna.
Ketua IKBK ( Ikatan Keluarga Besar Kendal ) Kota Batam, Joko Mulyono, SH, MH yang juga anggota DPRD Kota Batam mendukung penuh apa yang dikehendaki Pemkab Kendal. "Kami sangat mengapresiasi keinginan dari Pemkab dan masyarakat Kabupaten Kendal untuk tetap menjalin tali silarurahmi dengan saudara - saudara se asal untuk memperkenalkan semua potensi dan produk - produk Kabupaten kendal," katanya.
Sementara DR. HM Soeryo Respationo, SH, MH mantan Wakil Gubernur Kepulauan Riauyang juga pembina atau "Lurah" ( sebutan ) masyarakat keturunan Jawa di Kota Batam senada, mendukung apa yang disampaikan Joko Mulyono.
Sementara itu, Ketua Panitia Pentas Seni dan Budaya Kendal di Kota Batam, Ngasiadi menjelaskan, pentas seni tersebut merupakan kolaborasi empat tim kesenian yang dibawa langsung oleh Bupati Mirna dari Kabupaten Kendal.
"Kegiatan tersebut hampir tiap tahun dilaksanakan, namun yang membawa nama besar Kabupaten Kendal dan memperkenalkan sejarah asli kesenian Kendal baru pertama kali kita laksanakankali ini,"
Perlu diketahui, menurut Ngasiadi, data terakhir jumlah penduduk Batam yang berasal Kendal sekitar 15 ribu jiwa. Eksodus warga Kendal ke Batam dimulai sejak tahun 1960an. Dan puncaknya terjadi pada era tahun 80an hingga 90an. "Jadi sekarang ini sudah banyak yang usianya 50 tahun lebih namun lahir di Batam," jelasnya.
Lebih lanju ditambahkan, dahulu wilayah dari Simpang Kepri mall sampai Simpang Jam dengan jarak 5 km persegi adalah perkebunan sayur dan 95 % jumlah penduduknya berasal dari Kabupaten Kendal. ( Kominfo / heDJ )