Berita Terkini


HADAPI BANJIR DAN LONGSOR, KENDAL SATUKAN PEMAHAMAN TANGGULANGI BENCANA

Selasa, 27 November 2018 13:41:06

KENDAL - Musim penghujan telah mulai di Kabupaten Kendal pada awal Nopember walaupun masih jarang terjadi. Namun menurut perkiraan Stasiun Klimatologi Semarang, semakin mendekati Desember hujan kan sering terjadi dan puncaknya pada Desember 2018 hingga Januari 2019.  Dampak dari curah hujan tinggi berupa bencana banjir dan longsor patut diwaspadai.

Untuk mengurangi kerugian yang semakin tahun semakin besar akibat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Kendal semkin meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, Bupati Kendal dr. Mirna Anissa, M.Si melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal Moh. Toha, ST, M.Si dalam sambutannnya pada Rapat Koordinasi "Antisipasi Banjir dan Longsor Kabupaten Kendal Tahun 2018" mengatakan, penanggulnagan bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Kendal diharapkan semakin baik, terarah, terkoordinasi dan terpadu.

"Pemahaman, rekomendasi dan anggaran harus menjadi satu kesatuan koordinasi untuk pengurangan bencana di Kabupaten Kendal. Dibutuhkan kesiapsiagaan dan pencegahan sedini mungkin yang melibatka semua pihak, pemerintah, masyarakat dan unsur swasta untuk pencegahan bencana," tandas Sekda Toha.

Spirit pencegahan bencana menurut Sekda dilakukan dengan semangat gotong royong dan kesiapsiagaan  resiko bencana dengan tinadakan pengurangan kemiskinan serta pembangunan ekonomi. "Rakor ini diharapkan menjadi awal untuk memperbaiiki ( revitalisasi ) sungai dan hutan. Tumbuhkan lahan perbukitan dan jaga dari anacaman bencana," kata Sekda.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kendal mewakili Kepala Pelaksana, BPBD Drs. Sigit Sulistyo, MM mengatakan, Rapat Koordinasi Antisipasi Banjir dan Longsor di Kabupaten Kendal Thaun 2018 bertujuan untuk menyatukan langkah untuk bersama - sama menghadapi bencana dan mengurangi resiko pada masyarakat terdampak. 

Dari data yang terhimpun BPBD Kendal, jumlah kerugian dan dampak bencana di Kabupaten Kendal semakin meningkat. "90 persen bencana di Kabupaten Kendal merupakan bencana hidro metrologis berupa banjir, longsor dan gelomabng pasang. Semakin menigkat dampaknya seiiring dengan perubahan iklim global dan pengaruh manusia," terangnya.

Sementara, Narasumber rakor Agus Waluyo dari BPBD pemprov Jateng mengatakan, Pmerintah siap mengucurkan dana tanggap dan dana bencana. Dana siap pakai untuk bencana sudah tersedia. "Namun yang lebih penting lagi adalah penanggulangan bencana perlu penetapan kebijakan supaya terarah dalam pelaksanaannya serta tiak melanggar hukum," katanya.

Pemerintah Daerah, lanjutnya, bisa mengajukan anggaran ke Pusat atau Provinsi apabila berdasarkan data - data akurat mengajukan anggaran. 

Dia mengingatkan dalam penanggulangan bencana, pemerintah daerah beserta unsur terkait, swasta dan masyarakat perlu memahami filosofi penanggulangan bencana yakni menjauhkan masyarakat dari sumber bencana, menjauhkan bencana dari masyarakat serta hidup harmonis dengan sumber bencana.

Sedangkan, narasumber lain dari Dinas Pekerjaan Umum, Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Pemprov Jateng, Agus Purwanto, ST, MT mengatakan, konservasi sungai mulai dari hulu hingga hilir perlu ditangani serius terkait pengendalian pemanfaatan sungai dan vegetasi lahan sepanjang aliran sungai.

Seperti diketahui untuk daerah hulu Kabupaten Kendal sudah dibuatkan studi untuk dibuat waduk namun mendapat tantangan dari masyarakat setempat. Namun rencana tersebut etap akan berjalan.

Diketahui Rakor Antisipasi banjir dan Longsor di kabupaten Kendal Tahun 2018 dikuti 60 orang berasal dari sejumah OPD terkait diantaranya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian Kehutanan dan tanaman Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR dan Disperkim. ( Kominfo / heDJ )

 

 

 


Indeks Berita