KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal berkomitmen kuat memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna kepada masyarakat, yaitu : pelayanan kesehatan yang promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative ditujukan agar semua lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara merata dan murah, sesuai dengan kebutuhan yang diatur dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Demikian disampaikan Sekretaris Daerah kabupaten Kendal Moh. Toha, ST, M.Si saat memberikan sambutan Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, M.Si pada pembukaan Rapat Kerja Kesehatan Daerah, Selasa (30/4/2019) yang mengusungkan tema ”Sinergitas Pelayanan Kesehatan Paripurna untuk Mewujudkan Kendal Mandiri” di Mahogany Room Hotel Sae Inn Kendal.
Disampaikan Sekda, "Tema tersebut sesuai arah kebijakan di Tahun 2019 “KendalMandiri”, yangmenitikberatkan pada pembangunan ekonomi kerakyatan, penurunan kemiskinan dan pengangguran, serta peningkatan sumber daya pemuda yang berkualitas dan berdaya saing dalam pembangunan."
Menurut Sekda Toha, pada Tahun 2018, sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar ada sebanyak 30 puskesmas di Kabupaten Kendal yang telah terakreditasi. Dan juga seluruh Desa di 20 Kecamatan yang ada Di Kendal telah melakukan ODF(Open Defecation Free)atau Bebas buang air besar sembarangan, dalam upaya menjaga kesehatan lingkungan sebagai factor terbesar masalah kesehatan masyarakat.
"Pada kesempatan ini, saya mengajak kepada seluruh jajaran aparatur kesehatan di Kendal, untuk meningkatkan pengetahuankepada masyarakat dan mendorong mereka agar melakukan kegiatan promotif dan preventif, melalui berbagai strategi sosialisasi, komunikasi dan kampanyeGerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat (GERMAS), seperti : melakukan aktifitas fisik setiap hari, mengkonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan dan buang air besar menggunakan jamban, dalam rangka memberdayakan masyarakat menuju masyarakat yang sehat dan mandiri," ucap Sekda Toha.
Selanjutnya, kepada para Organisasi Perangkat Daerah, serta Direktur rumah sakit dan Kepala puskesmas di Kendal, agar saling bekerjasama, saling membantu dan bahu membahu, dalam memecahkan permasalahan-permasalahan kesehatan yang ada di Kabupaten Kendal ini, semua itu untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang mudah, cepat dan terjangkau, dalam rangka mewujudkan masyarakat Kabupaten Kendal yang sehat dan sejahtera.
"Mari kita berikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Jangan sampai masyarakat dikecewakan karena pelayanan yang kurang baik. Mari kita bersama-sama terus berupaya memacu peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan yang lebih baik, profesional, ramah, cepat, tepat dan memuaskan bagi masyarakat. Sehingga masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan dapat ditangani semuanya dengan baik," ajaknya.
Sementara itu pada 2018 menurut Plt Sekdin dr. Budi Mulyono, masih ada beberapa permasalahan kesehatan yang masih harus mendapatkan perhatian dan harus diselesaikan bersama-sama, diantaranya : permasalahan kesehatan ibu dan anak, dimana pada Tahun 2018 masih terdapat kematian ibu sebanyak 18 ibu dan kematian bayi sebanyak 138 bayi.
Permasalahan gizi kurang dan gizi buruk pada balita, dimana pada Tahun 2018 ditemukan 22 balita gizi buruk, dimana semua penderita balita gizi buruk telah mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.
Permasalahan penyakit menular, dimana jumlah penemuan kasus penyakit menular seperti TB sebanyak 1.185 Kasus, dan HIV sebanyak 59 Kasus, akan tetapi telah dilakukan upaya pencegahan dan penanganan penularan penyakit. Hal ini dapat dilihat dari angka keberhasilan pengobatan/success rate sebesar 48,16.
Menghadapi permasalahan kesehatan yang ada di Kabupaten Kendal, Pemerintah Kabupaten Kendal telah dan akan terus mengatasinya melalui berbagai pendekatan seperti :
- Mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat melalui penyediaan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) Bagi ibu hamil;
- Program satu desa satu dokter (One Village One Doctor/OVOD);
- Pendataan keluarga (PIS-PK) dan Kampanye gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS);
- Screwning factor risiko penyakit tidak menular melalui POSBINDU;
- Penyediaan PMT(Pemberian makanan tambahan) Bagi ibu hamil, bayi dan balita gizi buruk;
- Peningkatan kapasitas SDM kesehatan melalui penguatan surveilans; dan,
- Pengawasan peredaran obat dan makanan serta pemberdayaan masyarakat Ddesa melalui Forum Kesehatan Desa. ( Diskominfo / heDJ )