Berita Terkini


HARI BURUH INTERNASIONAL 2019, PEMKAB KENDAL, PENGUSAHA DAN SPSI BERDIALOG

Rabu, 01 Mei 2019 21:54:51

Kendal- Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Kendal, para pekerja dan para pengusaha menggelar serasehan dan berdialog bersama, Rabu (1/5/2019) bertempat di Pendopo Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Hadir dalam acara tersebut, dr. Mirna Annisa, M.Si., Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS) Kendal, para OPD terkait, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kendal, dan diikuti oleh ribuan pekerja di Kabupaten Kendal.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Kendal, Misbakhun menyampaikan bahwa dalam penguatan Hari Buruh Internasional tahun 2019 ini tidak dengan melakukan aksi demo. "Peringatan Hari Buruh tahun ini memang sengaja kita tidak menggelar demo untuk menyampaikan aspirasi, namun kita lakukan dengan berdialog, agar kita dapat bertatap muka dan berdiskusi kepada seluruh pihak yang bersangkutan secara langsung, dengan harapan semua permasalahan terkait buruh dapat segera teratasi," ujarnya.

Misbakhun juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kendal untuk bisa memfasilitasi para pekerja dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang pekerjaan. "Saya berharap Pemerintah Kabupaten Kendal dapat memberikan bekal ilmu, dalam hal ini adalah peningkatan SDM urusan pekerjaan, sehingga kami tidak lagi menjadi buruh kasar," ujarnya.

"UMK di Kendal jika dibandingkan dengan kebutuhan hidup layak para pekerja masih kurang, karena kebutuhan hidup semakin meningkat, jadi jangan sampai ada perusahaan yang menunda-nunda pembayaran para buruh," pinta tegas Misbakhun.

Sementara itu, dalam sambutannya Bupati Kendal, Mirna Annisa mengucapkan selamat Hari Buruh Internasional tahun 2019 kepada para pekerja di Kabupaten Kendal, dan mengucapkan terima kasih
kepada para pekerja yang selama ini banyak berkontribusi terhadap pertumbuhan industri atau perusahaan di Kabupaten Kendal.

Lanjut Bupati Mirna, "ada yang mau saya sampaikan selain saya mengucapkan selamat hari buruh, yaitu ada tiga komponen dalam menjalin sebuah keharmonisan dalam dunia pekerja di Indonesia, diantaranya ada kebijakan pemerintah, pelaku usaha dan para pekerja. Dan alhamdulillah di Kabupaten Kendal ini terkait kesejahteraan sudah ada kenaikan, karena Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Kabupaten Kendal bukan lagi UMK yang terendah di Jawa Tengah".

"Tidak bisa dipungkiri walaupun ada kenaikan UMK, namun memang kebutuhan hidup semakin meningkat, sehingga apa yang disampaikan oleh Ketua SPSI Kendal yang mengatakan jangan lagi ada perusahaan yang menunda nunda gaji para pekerja itu memang benar," ujar Bupati Mirna.

Menurut Bupati Mirna, ada 551 perusahaan di Kabupaten Kendal ini yang mengalami pasang surut, karena dunia usaha ini selalu ditentukan bagaimana negara ini mengambil kebijakan, maka dari itu perlu adanya preventif.

"Saat ini kawan-kawan pekerja tidak bisa bilang mana kesejahteraan saya sebagai pekerja yang asli Kendal, kawan-kawan pengusaha juga tidak bisa bilang perusahaan ini adalah perusahaan saya yang bikin, dan pemerintah juga tidak boleh egois dengan berbicara tidak mau hadir dan akan hadir ketika si pemilik atau pengusaha memiliki kualitas. Saya mau semua itu harus dilepaskan, keegoisan sektoral dari pemerintah, pelaku usaha dan para pekerja harus ditaruh semuanya, dan mari kita berfikir bagaimana agar dapat berkontribusi untuk memajukan Kabupaten Kendal," tutur Bupati Kendal tersebut.

Terkait dengan PBJS, Bupati Mirna mengatakan bahwa itu wajib dan mutlak dimiliki oleh buruh, karena bagaimana bisa memproduksi andai kata perusahaan tidak memfasilitasi terkait hal tersebut. "Saya sangat konsentrasi pada kesejahteraan buruh, karena bagaimanapun kita bisa bekerja dengan baik dan loyal terhadap pekerjaan ketika kita meletakkan profesionalisme saat kesejahteraannya terjamin," ungkapnya.

Bupati Mirna juga menyampaikan, bahwa kawan kawan pengusaha ini tidak semuanya masih peduli terhadap Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membangun Kabupaten Kendal, padahal Kabupaten Kendal sudah berusaha untuk bagaimana memaksimalkan tenaga kerjanya untuk mampu berkontribusi di perusahaan-perusahaan dimana tempat para pengusaha ini berproduksi. Ia berharap dalam waktu dekat ini para pengusaha ini punya inisiasi atau keinginan berkumpul membahas untuk ikut serta membangun Kabupaten Kendal yang lebih baik.

"Mayoritas para pekerja ini mengerti bahwa Kabupaten Kendal ini sudah lama tidak dibangun, toh kalau memang dibangun semuanya diserahkan pemerintah, namun saya sangat berharap sekali, jangan dikit dikit pemerintah, tetapi kawan kawan pengusaha ini punya keinginan tanggung jawab membangun Kendal lebih baik lagi ke depan. Dan semoga nanti Kepala Dinas terkait dapat memfasilitasi dalam waktu dekat ini, bagaimana para pengusaha ini akhirnya ikhlas dan bertanggung jawab apa yang seharusnya dilakukan di Kabupaten Kendal ini," harap Bupati Mirna.

Selain itu, kata Bupati Mirna, apa yang diminta oleh Ketua Buruh di Kabupaten Kendal terkait peningkatan Sumber Daya Manusia pekerja di Kabupaten Kendal akan segera kami realisasikan dengan menggelar pelatihan-pelatihan bagi para pekerja agar standarnya meningkat, dan memiliki sertifikasi serta diakui secara kompetensi, sehingga tidak lagi memposisikan dirinya sebagai buruh dibawah, tetapi sebagai tenaga buruh ahli.

Kemudian acara tersebut dilanjutkan dengan dialog bersama, dan tanya jawab terkait kendala-kendala dan permasalahan seputar perburuhan.

(Diskominfo/HR)


Indeks Berita