Berita Terkini


KENDAL BAKAL PUNYA KLASTER MINYAK ATSIRI

Rabu, 12 Juni 2019 16:25:56

KENDAL - Kementerian Koordinator Perekonomian RI melalui Deputi Bidang Perekonomian Rudi Salahudddin didampingi Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, M.Si melakukan peninjauan industri minyak atsiri PT Kendal Agro di Desa Ngargosari Kecamatan Sukorejo, Rabu (12/6/2019).

Kunjungan tersebut menurut Rudi, merupakan monitoring dan evaluasi terkait program pengembangan potensi minyak atsiri di Kabupaten Kendal. Rencananya Pemerintah Pusat bekerjasama dengan Pemkab Kendal akan membentuk klaster minyak atsiri yang meliputi empat kecamatan di Kabupaten Kendal bagian atas.

Bupati Mirna mengharapkan dengan adanya klaster minyak atsiri dari daun cengkeh dan sere ( lemon grass ), produksi minyak atsiri dapat ditingkatkan, mengingat potensinya cukup besar dengan banyaknya perkebunan cengkeh baik milik BUMN maupun swasta di Kabupaten Kendal.

"Ekonomi masyarakat Kabupaten Kendal terutama warga masyarakat Kendal atas dapat meningkat dengan adanya industri penyulingan minyak atsiri," terang Bupati Mirna.

Sementara CEO CV Kendal Agro Atsiri Khafidz Nasullah mengatakan, pabrik penyulingan minyak atsiri ini didirikan untuk memanfaatkan potensi yang ada karena sepanjang perjalanan ke rumahnya di Desa Ngargosari banyak perkebunan cengkeh yang daunnya bisa dipakai untuk bahan minyak atsiri.

Ia pun teringat pengalamannya, saat melihat penjual minyak asiri (essential oil) dari nilam di sebuah pameran. Lantas, terbitlah ide untuk membuat minyak asiri dari daun cengkih.

Berbekal rasa penasaran, Khafidz melakukan riset kecil-kecilan. Selama setahun, ia mempelajari proses produksi hingga pemasaran. Yakin dengan potensi pasar dan ketersediaan bahan baku yang besar, ia mulai membuat minyak asiri. Untuk mengawali usaha yang bernama Kendal Agro Atsiri itu, pemuda 23 tahun ini menggandeng seorang teman. Ia mendapat modal Rp 80 juta untuk membeli fasilitas penyulingan pertama. Tepat setahun, modal pun kembali.

Potensi minyak asiri yang besar terus mendongkrak bisnis Kendal Agro Atsiri. Dari dua penyulingan, omzet Khafidz  terus membesar, yakni mencapai Rp 700 juta per bulan.  

Kini, ia telah mengoperasikan empat unit penyulingan dengan mempekerjakan 400 orang, sebagai pengumpul daun-daun cengkih. Pengumpulan daun ini ditampung di 35 pengepul yang tersebar di sepuluh desa. 

Berkat Khafidz, warga desa Ngargosari bisa meningkatkan taraf hidupnya. Ibu-ibu, yang sehari-hari biasa bekerja sebagai buruh tani dan pabrik, bisa mendongkrak penghasilannya hingga Rp 1 juta per bulan.

Tak hanya pasar lokal, pemasaran minyak asiri juga sudah menjangkau sejumlah negara di Eropa, seperti Swiss dan Jerman. Dari Benua Biru itu, Khafidz menerima permintaan minyak asiri mencapai lima ton per bulan. Permintaan juga datang dari produsen obat dan kosmetik di Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Asia. 

Seiring dengan derasnya permintaan, selain asiri cengkih, Khafidz juga mengembangkan produk minyak asiri dari kulit pala, nilam, bunga mawar dan melati. Maklum, harga minyak asiri cukup tinggi. Minyak dari daun cengkih berbanderol Rp 100.000 per kg. Asiri dari nilam mencapai Rp 400.000 per kg, sementara asiri kulit pala berharga Rp 600.000 per kg. 

Dari semua asiri yang diproduksi, asiri mawar dan melati terbilang paling mahal. Minyak dua bunga tersebut dapat dibanderol dengan kisaran harga  puluhan hingga seratusan juta rupiah tiap kilogram. 

Tak heran, tiap bulan, Khafidz bisa mengantongi pendapatan hingga Rp 2 miliar. Tahun ini ia juga berencana menggenjot kapasitas produksinya hingga 36 ton per tahun.  

CV Kendal Agro Atsiri berkantor di Jl. kaliurang Ngaglik Sleman DIY sedangkan pabrik penyulingan di beberapa tempat di Kabupaten Kendal. ( Kominfo / heDJ ) 

 

 


Indeks Berita