KENDAL - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal melakukan Sosialisasi dan Advokasi Program Filariasis dan Kecacingan di Kabupaten Kendal tahun 2019, Rabu (25/9/2019) bertempat di gedung Abdi Praja Kendal Setda Kendal.
Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kesehatan, dr. Budi Mulyono mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kendal Ferinando Rat Bonay, dan diikuti oleh perwakilan pegawai Puskesmas se-Kabupaten Kendal, perwakilan pegawai Rumah Sakit negeri dan swasta, organisasi profesi kesehatan dan lintas sektor di Kabupaten Kendal. Hadir sebagai narasumber, Asmuri, SKM., M.Kes., dari Dinkes Provinsi Jawa Tengah, dr. Nur Widiyastuti, M.Km., dari Dokter RSUD dr. H. Soewondo Kendal dan Muntoha, SKM., M.Kes., dari Dokter RSUD Soewondo.
Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Kesehatan Kendal, dr. Budi Mulyono menyampaikan, tujuan diadakannya kegiatan itu adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pengelola program filariasis di Kabupaten Kendal, untuk bimbingan teknis program filariasis di Kabupaten Kendal, dan meminta dukungan serta peran lintas program atau lintas sektor dari masyarakat, organisasi profesi dalam pengendalian filariasis dan cadangan. Kemudian untuk mengetahui endemitas Kabupaten Kendal.
Ia juga mengatakan, penyakit kecacingan masih menjadi masalah kesehatan, salah satu diantaranya ialah cacingan yang ditularkan melalui tanah ‘soil transmittet helmintiasis’.
“Cacingan ini dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan dan produktivitas penderitanya sehigga secara ekonomi banyak menyebabkan kerugian. Maka dari itu perlu adanya sosialisasi, dan harus ada penanganan secara serius. Diharapkan para peserta yang hadir setelah ini dapat memberikan informasi kepada masyarakat Kabupaten Kendal, agar masyarakat dapat terhindar dari penyakit kecacingan,” tutur Sekretaris Dinas Kesehatan Kendal tersebut.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para narasumber, diantaranya dr. Nur Widiyastuti memaparkan tentang sosialisasi penyakit filariasis dan kecacingan serta hubungannya dengan stunting, Muntoha memaparkan tentang situasi program filariasis dan kecacingan di Kabupaten, dan Asmuri memaparkan kebijakan dan situasi filariasis di Jawa Tengah.
(Diskominfo/HR)