KENDAL - Permasalahan stunting atau kekerdilan pada anak menjadi masalah bersama termasuk di Kabupaten Kendal. Seperti yang dikatakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal Muntoha, SKM, M.Kes dalam paparannya pada kegiatan Pertemuan Sosialisasi dan Advokasi Program Vilariasis dan Kecacingan Kabupaten Kendal Tahun 2019, Rabu (25/9/2019) di Ruang Abdi Praja Setda Kendal. Penyebab stunting antara lain karena kecacingan.
“Persoalan stunting atau tumbuh kerdil pada anak menjadi masalah lintas sektor yang perlu ditangani secara bersama dan menyeluruh. Kondisi stunting merupakan kondisi gagal tumbuh karena kurangnya asupan gizi Selama 1.000 hari sejak kehamilan. Kekurangan gizi disebabkan banyak faktor salah satu faktor utama karena menderita kecacingan," bebernya.
“Pemberian obat cacing bekerjasama dengan dinas pendidikan dan dan Kemenag di wilayah Kabupaten Kendal. Rasanya jeruk manis seperti permen, jadi tidak seperti obat lain yang rasanya pahit. Periode pertama pada bulan april dan periode kedua bulan Oktober yang akan dilakukan selama 5 tahun,” kata Toha.
Indikator utama stunting adalah tinggi badan anak lebih pendek dari anak seusianya sesuai standard WHO. Akibatnya otak berkembang tidak maksimal, pertumbuhan terhambat, kemampuan mental dan belajar yang kurang. Untuk itu, peran satgas anti stunting dimulai sejak mengetahui warga sekitarnya yang hamil.
Peran Satgas Anti Stunting untuk senantiasa mendorong wanita yang hamil untuk aktif memeriksakan kandungan dan mengikuti beberapa program diantaranya kelas ibu hamil. Khusus untuk balita dibawah 2 tahun perlu dilakukan pengukuran tinggi dan berat badan. Apabila diketemukan indikasi stunting maka segera kader tersebut memberitahukan kepada bidan desa atau aparat desa dan PKK setempat. ( Kominfo / heDJ )