Berita Terkini


SISTEM PENGENDALIAN INTERN MAMPU WUJUDKAN KOPERASI TANGGUH DAN MANDIRI

Selasa, 05 November 2019 11:24:51

KENDAL - Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Pemerintah Kabupaten Kendal, Selasa (5/11/2019) melangsungkan Pelatihan Sisstem Pengendalian Intern ( SPI ) bagi 35 koperasi di Kabupaten Kendal untuk mewujudkan koperasi yang tangguh dan mandiri. Kepala Dinas terkait Drs. Koen Tjahyadi membuka kegiatan tersebut didampingi Nara Sumber Fasilitatator Kompetensi dari lembaga pelatihan Semarang Nurhayati, SE, MM.

Drs. Koen mengatakan, SPI merupakan instrumen penting dalam menumbuhkembangan koperasi yang sehat dan mampu mensejahterakan anggotanya.

"SPI bertujuan untuk melakukan pengawasan yang dilakukan manejemen koperasi supaya koperasi yang dijalankan terlindungi harta miliknya, pemeliharaan, ketelitian dan kecermatan data akuntansi, informasi keuangan serta laporan - laporan, menanamkan dan menuingkatkan efisiensi dalam operasional koperasi dan membantu menjaga dipatuhinya kebijakan manejemen yang telah ditetapkan oleh pengurus koperasi," urainya.

Lebih lanjut dijelaskan, SPI merupakan rencana organisasi serta semua metode dan ketentuan - ketentuan yang terkoordinir yang diatur dalam perusahaan untuk melindungi harta miliknya, memeriksa kecermatan dan seberapa jauh data akuntansi dapat dipercaya, meningkatkan efisiensi usaha dan mendorong ditaatinya kebijaksanaan prusahaan yang telah digariskan.

Permasalahan di koperasi yang terjadi di Kabupaten Kendal antara lain berupa koperasi yg diwaspadai adalah koperasi yg menjanjikan keuntungan yg tinggi, koperasi membuka cabang di daerah lain namun tidak mengikuti tatacara yang berlaku, praktek koperasi yang memberi pinjaman pada non anggota, Menghimpun dana dari masyarakat berlebihan, berkaitan dengan karyawan yang merugikan koperasi dan banyak yang melakukan pekerjaan di luar tupoksinya. 

"Guna meminimalisir kesalahan koperasi kami mohon menyampaikan secara rutin laporan 3 bulanan ke pada kami, Pajak badan 0.5 persen
Berdasarkan UU no 15/umkm/9/2015 tentang usaha simpan pinjam koperasi. Koperasii yang sudah memiliki pinjaman anggota minimal Rp. 2.5 milyar wajib diaudit kantor akuntan publik dan jasa publik," pintanya.

Sementara, Nurhayati menambahkan, SPI bertujuan untuk mengurai berbagai permaslahan yang menghinggapi koperasi umumnya di Indonesia. "Permasalahan yang ada menyangkut bidang kelembagaan, usaha dan keuangan. Oleh karenanya sangat tepat apabila koperasi mampu menerapkan SPI ini dengan ketat, baik dan benar," tandasnya.

Sebagai organisasi bisnis atau perusahaan yang dikelola atas dasar asas kekeluargaan, koperasi harus taat pada prinsip pengelolaan yang sehat, transparan dan bertanggungjawab dan bersikap adil dalam mencapai tujuan bersama.

Laporan pertanggungjawaban harus mencerminkan bagaimana pengurus mendesain pengelolaan usaha agar semua kekayaan koperasi aman dari semua tindakan yang merugikan dan pelaporan keuangan mencerminkan fakta yangsesungguhnya dan bebas dari salah saji material.

Oleh karena itu, menurutnya, pengurus memerlukan alat menejemen sebagi media pengendali, yaitu pengendalian intern. Salah satu faktor untuk menentukan keberhasilan usaha koperasi bagaimana SPI dikelola secara efektif di dalam koperasi dengan segal kegiatannya.

Diketahui, Pelatihan yang meliputi teori, praktek, diskusi dan tanya jawab serta problem solving berlangsung selama dua hari (5 - 6/11/2019). ( Kominfo / heDJ )

 


Indeks Berita