Berita Terkini


DISKOMINFO KENDAL ADAKAN PELATIHAN LITERASI DIGITAL

Sabtu, 30 November 2019 19:54:28

Kendal - Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kendal mengadakan Diseminasi Informasi dengan tema "Literasi Digital dan Teknologi Informasi", Sabtu pagi (30/11/2019) bertempat di gedung Apdi Praja Kendal, Jawa Tengah.

Hadir dalam kegiatan itu, Plt. SekretarisDiskominfo Kendal, Danu Wicaksono, S.STP, Kepala Seksi Publikasi dan Informasi Diskominfo Kendal, Heri Sutoko, S.E., Seksi Pengelolaan Pengaduan Publik Diskominfo Kendal, Candra, S.H., M.H., dan diikuti oleh 40 orang peserta dari Pramuka di Kabupaten Kendal.

Dalam kegiatan tersebut, menghadirkan dua narasumber, yaitu Adetya Krisna Prastyo dan Ketua Ketua Kwarcab Kendal, H. Prapto Utono

Heri Sutoko, S.E., dalam laporannya menyampaikan tujuan diadakannya acara tersebut adalah Meningkatkan peran sena generasi muda di Kabupaten Kendal dalam penyebarluasan informasi pembangunan daerah, meningkatkan sinergisitas pemerintah daerah dengan generasi muda terutama dalam penanganan berita bohong / hoaks, meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang etika, kaidah dan aturan perundangan dalam pembuatan berita atau artikel, dan meningkatkan pengetahuan serta wawasan tentang teknik pembuatan berita yang santun dan tidak bertentangan dengan aturan perundangan yang berlaku.

Sementara dalam sambutannya, Plt. Sekretaris Diskominfo Kendal, Danu Wicaksana, S.SPT menyampaikan, Diseminasi lnformasi kali ini mengambil tema “Pembentukan Saka Milenial mewujudkan Literasi Digital dan Teknologi Informasi", harapan dari Sosialisasi ini agar nantinya sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Nomor 17/PER/M.KOMINFO/03/2009 tentang Diseminasi Informasi Nasional oleh Pemerintah, baik Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, serta Peraturan Menteri Komunikasi dan lnformatika RI Nomor 08/PER/M.KOMINFO/6/201O tentang Pedoman Pengembangan dan Pemberadyaan Lembaga Komunikasi Sosial bisa terealisasi.

Lanjut Danu, "sejalan dengan tema kali ini, bahwa di era digitalisasi informasi membuka peluang yang luas bagi siapapun untuk maju, informasi yang sangat melimpah menyediakan manfaat yang besar untuk pengembangan ilmu pengetahuan maupun peningkatan kesejahteraan, sehingga bagaimana kita bisa memanfaatkan Media Sosial sebagai sarana penyampaian informasi yang benar dan tepat".

Menurut Danu, Diseminasi lnformasi adalah penyebaran informasi dari pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota kepada masyarakat, baik diminta maupun tidak diminta yang dapat dilakukan melalui media massa dan atau media komunikasi lainya dan atau lembaga/lembaga komunikasi masyarakat, hal ini sejalan juga dengan UndangUndang Keterbukaan Informasi Publik Nomor 14 Tahun 2008.

Ia berharap, melalui penyelenggaraan kegiatan ini merupakan momentum untuk menyatukan langkah, meningkatkan kerjasama dalam upaya memperkuat komitmen bersama sehingga melalui literasi digital dan pembentukan Saka Milenial nantinya jenis-jenis informasi sesuai undang-undang KlP dapat disampaikan dengan baik.

"Keterbukaan Informasi penting, karena kerahasiaan merupakan musuh peradaban, menghambat pendidikan politik, menumpulkan inisiatif public, dan menumbuhkan sangkaan buruk serta ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintah. Keterbukaan Informasi Publik akan mewujudkan akuntabilitas, transparansi dan partisipasi masyarakat, untuk itu saya minta agar peserta kegiatan ini yang sekaligus sebagai anggota Pramuka Milenial dan Pramuka Peduli di Kendal dapat berdiskusi dan menggali pengetahuan dengan narasumber dari Ka Kwarcab dan Wartawan RRI Semarang," tutur Plt. Sekretaris Diskominfo Kendal tersebut.

Kemudian acara dilanjut dengan pemaparan dari para narasumber, dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Nugroho dari Kecamatan Boja menanyakan bagaimana cara menganalisa berita hoax, dan Mulyati dari Kendal menanyakan apa perbedaan penulisan karya tulis dengan berita.

Pertanyaan itu langsung dijawab oleh narasumber, Adetya Krisna Prastyo bahwa karya ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil dari penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan, sedangkan berita adalah informasi kejadian yang disampaikan secara ringkas dan jelas. "Intinya hampir sama, terutama dalam hal penulisan perlu memperhatikan tanda baca, membuat kerangka penulisan, tentukan tema, termasuk cara mengembangkan," ujarnya.

Terkait dengan memilah informasi, pada dasarnya jangan mudah melakukan share informasi yang tidak kita ketahui secara pasti. Karena nanti akan mengarah pada hoax. "Hindari mengeshare berita yang tidak jelas asal usulnya, baca terlebih dahulu isinya, agar kita tahu apakah itu beeita jelas atau berita fitnah. Kemudian jika ingin memposting paling tidak cantumkan lokasi, kapan terjadi, apa yang menjadi faktor utama dalam kejadian itu yang penting harus ada narasumbenya," terangnya.

(Diskominfo/HR)


Indeks Berita