Berita Terkini


PEMKAB KENDAL GELAR UPACARA PERINGATAN HARI BELA NEGARA KE-71

Kamis, 19 Desember 2019 13:05:49

Kendal - Pemerintah Kabupaten Kendal gelar upacara peringatan Hari Bela Negara Ke-71 Tahun 2019 dengan tema “Bela Negara untuk Kemakmuran Rakyat”, Kamis (19/12/2019) bertempat di Alun-alun Kabupaten Kendal Jawa Tengah.

Upacara tersebut diikuti oleh seluruh OPD di Kabupaten Kendal, Forkopimda, para mahasiswa di universitas di Kabupaten Kendal, Pimpinan Kantor Administrasi veteran (Kaminvet) IV-21/Kendal, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Cabang Kendal dan organisasi kepemudaan, serta organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Kendal.

Bertindak sebagai pemimpin upacara dalam kesempatan ini adalah Wakil Bupati Kendal Drs. H. Masrur Masykur. Dalam sambutannya ia menyampaikan amanah dari Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo yang mengatakan, “dewasa ini, kita sama-sama cermati bahwa tantangan yang dihadapi bangsa dan negara kita semakin hari semakin berat dan beragam bentuknya. Sebagaimana yang telah diingatkan oleh Bung Karno bahwa perang modern bukan sekadar perang militer, melainkan peperangan  yang menyangkut seluruh aspek kehidupan masyarakat. Dengan demikian, tidak hanya militer yang berperan membangun ketahanan Indonesia. tapi juga menuntut peran seluruh komponen bangsa demi kelangsungan hidup dan keutuhan NKRI”.

“Semakin beragamnya ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan yang dihadapi bangsa ini, hanya bisa kita hadapi dengan keberagaman keahlian yang saling terkait dan mengisi. Di sinilah terletak relevansi tekad kita untuk mewujudkan SDM unggul demi kemajuan Indonesia yang kita canangkan sebagai tema peri peringatan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-74. Manusia Indonesia yang unggul adalah prasyarat utama untuk mengisi kemerdekaan sebagai modal dasar  pembangunan kita di segala bidang. Kemerdekaan ini jualah yang menjadi pedoman bagi Rita semua untuk melaksanakan bela negara,” lanjut Wakil Bupati Masrur.

Ia menuturkan, salah satu berkah yang telah mengantarkan  kemerdekaan tanah air kita adalah digalinya kembali Pancasila sebagai dasar negara. pandangan hidup bangsa, dan nilai dasar bela negara. Panasila adalah visi  final bangsa dan negara Indonesta yang menghendaki pembangunan manusia paripurna. Manusia paripurna  tidak hanya memiliki  kapasitas  dan keterampilan yang tinggi untuk pemenuhan kebutuhan sendiri dan golongannya. Manusia  paripurna mensyukuri berkah kebhinnekaan  dan mensinergikan beragam kekuatan, siap menghadapi interaksi dan persaingan global yang semakin kompetitif, serta menginsyafi dirinya semata sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa. Inilah landasan prioritas bela negara untuk pembangunan SDM Unggul yang diarahkan kepada perwujudan manusia Indonesia yang Paripurna berdasarkan Pancasila.

“Sejalan dengan itu, pada tahun 2018 saya telah mengintruksikan pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Bela Negara diberbagai bidang dan tataran diseluruh Indonesia dengan dengan melibatkan dengan berbagai jajaran Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah, serta sebagai elemen masyarakat sebagai wujud apresiasi atas berbagai keahlian manusia Indonesia,” tutur H Masrur menyampaikan amanah dari Presiden.

Menurutnya Aksi Nasional Bela Negara juga melengkapi  Keahlian  SDM kita dengan pengamalan nilai-nilai bela negara yang meliputi cintah tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara kesetiaan dan keyakinan  kepada Pancasila sebagai ideologi negara, kerelaan bekorban untuk bangsa dan negara, serta kemampuan awal bela negara dan semangat untuk mewujudkan negara yang berdaulat, adil dan makmur.

Dalam aktualisasinya, bela negara harus disesuaikan dengan kondisi kekinian yang dihadapi oleh masyarakat secara umum serta  dilandasi sinergi semua pemangku kepentingan sehingga terwuiud kekuatan yang besar untuk mencapai tujuan yang besar pula. Dengan demikian, bela negara bukan hanya menjadi alat untuk menghadapi ancaman yang bersifat potensial maupun aktual. Namun juga menjadi alat pencapaian tujuan nasional bangsa dalam jangka panjang yang memerlukan kerja keras serta sinergi bersama secara terus menerus.

Dalam beberapa tahun yang Ialu dirinya telah dan akan terus membangun segala infrastruktur yang diperlukan untuk kemajuan bangsa, mencetak lapangan kerja, mendorong peningkatan sumber daya pembangunan, dan mereformasi birokrasi pemerintahan. Namun sekali lagi faktor yang paling mama tetaplah SDM yang unggul demi kemajuan Indonesia.

Tanpa sikap dan perilaku bela negara, maka pengelolaan negeri  kita  yang besar dan luas dengan sumber daya alamnya yang melimpah,  tak akan mencapai keadilan dan kemakmuran yang di cita-citakan oleh seluruh pendahulu bangsa. Maka jelaslah bahwa penanaman nilai-nilai dasar bela negara harus dilakukan secara terus menerus kepada seluruh komponen  masyarakat dari beragam profesi tanpa memandang usia, suku. agama dan ras sebagai hak dan kewajiban tiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang.

Ia mengungkapkan, untuk ke depannya, semua mengharapkan agar Aksi Nasional Bela Negara di segenap gatra kehidupan nasional dapat semakin terstruktur, sistematif, dan massif, dengan prioritas dan implementasi yang terukur sesuai dengan persepsi dan aspirasi masyarakat seluas-luasnya.

“Dengan demikian, bagi yang berbakti dalam biroktasi pemerintahan, teruslah mereformasi diri serta  meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik. Yang belajar dan mengajar, teruslah meningkatkan kearifan dan pengabdian masyarakat berbasis nilai-nilai kebangsaan ini. Yang mengabarkan berita, teruslah menjadi penerang informasi masyarakat yang jujur, berimbang, dan bertanggungjawab. Yang menjalankan usaha.l, tingkatkanlah terus  daya saing secara sinergis dengan segenap tujuan negara. Demikian pula segenap masyarakat dengan beragam profesinya, jadikan bidang profesi masing-masing sebagai ladang bela negara,” tutup Wakil Bupati Masrur mengakhiri amanah dari Presiden RI.

 

(Diskominfo/HR)


Indeks Berita