Kendal- Pengajian rutin Ahad Wage Majelis Ta'lim Beribadah Kabupaten Kendal melaksanakan pengajian umum perdananya pada tahun 2020, Minggu (19/01/2020) bertempat di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Jawa Tengah.
Acara tersebut dihadiri oleh Junaedi, Sos., Kasubbag Kesejahteraan Masyarakat Bagian Kesra Setda Kabupaten Kendal mewakili Bupati Kendal, dr. Mirna Annisa, M.Si., Kasat Binmas Polres Kendal, Saifudin mewakili Kapolres Kedal dan diikuti ratusan jamaah Majelis Ta'lim Beribadah. Hadir sebagai pembicara pengajian perdana pada awal tahun 2020, yaitu KH. Dhuri Ashari dari Tanah Putih Semarang.
KH. Drs. Ali Tjasman, S.H., M.H., Ketua Majelis Ta'lim Beribadah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegitan ini merupakan kegiatan rutin Minggu Wageh. "Kegiatan ini merupakan kegiatan puluhan tahun yang sudah kami lakukan, yang mana pada kali ini adalah kegitan perdana pada awal tahun 2020," ujarnya.
Sementara itu, Junaedi, Sos., dalam sambutannya menyampaikan, "kami atas nama Pemerintah Kabupaten Kendal memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jamaah majelis ta'lim ini karena datang tepat waktu di Pendopo Kabupaten Kendal, dan terus istiqomah".
"Semoga dengan pengajian ini dapat mempertebal iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, dan kepada para jamaah bisa untuk menghayati serta memanfaatkan apa yang disampaikan oleh KH. Dhuri Ashari pada kali ini dengan judul ikhlas dan qonaah, sehingga kita semua akan terhindar dari korupsi," tambah Junaedi.
Sementara dalam tausiahnya KH. Dhuri Ashari mengatakan, Ikhlas adalah jangan pernah mengingat-ingat ibadah yang sudah diberikan, jangan mengungkit-ungkit tentang sedekah yang sudah dilakukan. Sedangkan qonaah yaitu semua yang sudah ada harus disyukuri dan menerima keputusan Allah SWT.
"Ketika seseorang mendengar adzan seharusnya secepatnya datang ketempat ibadah, jangan tanya siapa yang adzan, kalau cocok berangkat kalau tidak cocok tidak berangkat sholat berjamaah, karena itu itu mencerminkan pribadi yang tidak ikhlas sehingga bisa menghilangkan pahala ibadah yang sudah kita lakukan," tutur KH. Dhuri Ashari.
Lanjut KH. Dhuri Ashari, "kita datang ke sini dari rumah harus diniati ibadah, begitu pula dengan tujuan hidup kita. Dalam hal pekerjaan dan dalam hal apapun harus disertai dengan niat ibadah, karena semua itu berawal dari niat. Kalau niatnya sudah ibadah insaAllah akan dijaga oleh Allah SWT".
"Contoh dalam hal pekerjaan, jika ikhlas dan qonaah kita jalankan dengan benar, niat berangkat kerja dari rumah itu ikhlas untuk ibadah dan bersyukur atas apa yang sudah diberikan oleh Allah SWT, maka hati kita akan tentram dan menjalankan pekerjaan dengan sepenuh hati, serta akan terhindar dari yang namanya korupsi, amin," terang KH. Dhuri Ashari.
(Diskominfo/HR)