Berita Terkini


Rakor Antisipasi Pengamanan, dr.Mirna Annisa,M.Si Sampaikan 2 Poin Penting

Sabtu, 08 Februari 2020 11:08:58

Kendal  –  Menjelang akan diselenggarakannya Pemilihan Kepala Desa Serentak pada 199 Desa di Kabupaten Kendal, guna mempersiapkan keamanan. Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, M.Si secara langsung membuka Rakor Antisipasi Penanganan Gangguan Keamanan Jelang Pilkades Serentak Tahun 2020, Sabtu (8/2/2020).

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kendal Marwoto, SE dalam sambutannya menyampaikan, tujuan diadakannya Rakor, diharapkan dapat membangun kesamaan dan keterpaduan Visi, Misi, Strategi dan Persepsi dalam rangka menjaga stabilitas.

 “Saya harap dalam Rakor ini dapat mengahasilkan Visi, Misi mauapun strategi dalam menjaga stabilitas. Adapun juga semoga terciptanya koordinasi serta hubungan sinergi antara pemerintah daerah dengan jajaran TNI,” terang Marwoto dalam sambutanya.

Setidaknya terdapat 300 jajaran anggota TNI Kodim 0715 Kendal yang terdiri dari Komandan Kodim, Perwira, dan Anggota Babinsa se Kabupaten Kendal mengikuti Rakor tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kendal dr.Mirna Annisa, M.Si menyampaikan dua poin penting yang disampaikan kepada jajaran TNI, salah satunya untuk membantu menjaga kedamaian dalam pemiihan baik Pilkades mauapun Pilkada yang akan segera berlangsung.

“Saya titip 2 point kepada seluruh jajaran TNI Kodim 0715 Kendal yang saya yakin semunya lebih mengetahui geografis Kabupaten Kendal. Pertama mohon untuk membentuk tim di desa yang nanti akan berkoordinasi dengan BPBD untuk membantu pencegahan di musim hujan, kemudian terkait pilkades saya harap anggota TNI dapat membantu menenangkan agar tidak terjadi konflik bahkan konflik politik di tingkat desa,” jelas Mirna Annisa.

Sementara itu, selain pokok utama permasalahan pengamanan turut disinggung, dengan ditunjuknya Kendal menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sesuai dengan Keputusan Presiden no 11 tahun 2019, Kendal dengan beberapa penunjang seperti pelabuhan niaga. Dalam waktu dekat akan banyak investor yang mulai masuk dan secara tidak langsung para investor tersebut harus beralamat Kabupaten Kendal.

Dengan hal itu diharapkan peran TNI dapat memberikan pengertian maupaun benteng agar budaya asli Kendal tidak berubah dengan kata lain tidak menyesuaikan budaya asing. (Kominfo/AK)


Indeks Berita