Berita Terkini


FORUM KEMITRAAN BPJS KESEHATAN KENDAL GELAR PERTEMUAN SEMESTER 2

Selasa, 15 September 2020 13:50:21

Kendal - Forum Kemitraan BPJS Kesehatan Kabupaten Kendal melakukan pertemuan semester dua dengan para pemangku kepentingan di Kabupaten Kendal , Selasa (15/09/2020) di Ruang Rapat Ngesti Widhi Setda Kendal.

Acara itu dihadiri oleh Sekda Kendal, Moh. Toha, S.T., M.Si, Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Ungaran Titus Sri Hardianto, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Kendal beserta jajarannya, Direktur RSUD dr. H. Soewondo Kendal, Direktur RSI Kendal, dan Kepala Puskesmas Kangkung 2.

Dalam sambutannya Sekda Kendal, Moh Toha mewakili Bupati Kendal, dr. Mirna Annisa, M.Si menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi atas terlaksananya kegiatan ini, karena pertemuan ini penting sekali dalam upaya persamaan persepsi, penguatan strategi dan koordinasi, serta terjalinnya kerjasama yang baik antara berbagai pihak, untuk kemudahan fasilitas kesehatan sendiri maupun kemudahan untuk pasien.

Lanjut Sekda Moh. Toha, “dengan adanya pertemuan ini, maka permasalahan mengenai layanan BPJS Kesehatan, baik di Rumah Sakit, Puskesmas maupun masyarakat, bisa dibicarakan bersama di dalam forum ini, dengan tujuan untuk meningkatkan efektivitas fasilitas kesehatan sehingga diharapkan nantinya seluruh program BPJS Kesehatan tepat sasaran. Selanjutnya dimasa pandemi Covid-19 ini terjadi penurunan pemanfaatan pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), kemungkinan hal ini terjadi karena masyarakat mengurangi kontak langsung dengan orang lain termasuk tenaga medis kecuali dalam keadaan emergency”.       

“Pada kesempatan ini, saya berharap BPJS Kesehatan agar kedepan semakin hari semakin baik. Kenyataan di lapangan erat kaitannya dengan pendataan, seperti data keanggotaan Penerima Bantuan Iuran (PBI), baik itu Provinsi maupun Kabupaten adalah mereka yang betul-betul berhak menerimanya. Untuk itu, kuncinya ada dipendataan yang benar dan valid. Kita mau kedepan data itu akurat. Kasian masyarakat, yang seharusnya berhak (menerima) tapi tidak dapat. Ini perlu diperhatikan, kita harus kerja keras untuk pendataan sehingga betul-betul didapat data yang valid sesuai kondisi di lapangan by name, by address,” tutur Sekda Moh Toha.

Sekda juga meminta kepada BPJS kesehatan agar melakukan uji publik, terus fokus kepada pemuktahiran data dan verifikasi data agar mutu pelayanan dapat optimal. BPJS harus mencapai hasil yang ideal atau optimal yang nantinya akan tergambarkan pencapaiannya secara sistematis, sehingga permasalahan yang ada dapat direpresentasikan.

Selanjutnya, saat ini ada beberapa persoalan yang timbul dikalangan masyarakat, selain biaya pengobatan yang tak ditanggung sepenuhnya oleh BPJS. Diantaranya pasien sulit mencari ruang perawatan ICU, PICU, NICU dan ruang isolasi. Belum lagi dihadapkan masalah regionalisasi rujukan dan rumitnya pengurusan administrasi. Diharapkan melalui forum kemitraan ini dapat menyamakan persepsi terkait pelaksanaan program JKN di Kabupaten Kendal serta dapat menyelesaikan kendala-kendala operasional di lapangan serta dicarikan solusinya.

Dalam kesempatan itu Sekda Kendal meminta kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal dapat selalu memantau perkembangan pelayanan kesehatan di Kendal, kemudian dapat melaporkan kepada Bupati, selaku pengambil kebijakan untuk memutuskan langkah-langkah yang tepat untuk perbaikan layanan kesehatan di wilayah Kabupaten Kendal.

“Mudah-mudahan forum ini, diharapkan dapat banyak menghasilkan masukan–masukan, dalam setiap pemecahan masalah, apapun bisa diselesaikan secara bersama dan ditindaklanjuti bersama.” tutup Sekda Kendal mengakhiri sambutan bupati.

Sementara itu Kepala BPJS Cabang Ungaran menjelasakan, tujuannya adalah yang pertama untuk mereview pelayanan kesehatan didalam program JKN, khususnya diwilayah Kabupaten Kendal, baik pelayanan ditingkat primer maupun pelayanan ditingkat sekunder, kedua adalah supaya tidak terlalu banyak berinteraksi dengan orang lain karena ini masa pandemi covid-19.

“Ketiga, selain mereview pelayanan juga untuk melakukan evaluasi peningkatan kualitas layanan kepada peserta, jadi kami bersama dengan mitra kami dalam hal ini rumah sakit dan puskesmas terus dan klinik pratama atau dokter perorangan untuk selalu meningkatkan kualitas layanan dan itu terukur. Untuk saat ini yang sedang kami upayakan adalah merealisasi antrian online. Jadi masing-masing Faskes sudah mempunyai antrian online tapi harus bisa dikoneksikan dengan aplikasi BPJS Kesehatan yang bernama mobile JKN, sehingga peserta akan lebih mudah ketika berobat, saat mendaftar peserta sudah mendapatkan nomor antrian, sudah mendapatkan perkiraan jam berapa akan dilayani sehingga waktu tunggunya tidak terlalu lama,” tambah Titus.

Titus juga berharap, ada dukungan dari para pemangku kepentingan, agar bersama program jaminan kesehatan ini bisa berkelanjutan berkesinambungan, yang artinya iuran yang masuk bisa seimbang dengan pengeluaran pembayaran jaminan yang sudah dilakukan, dan bisa meningkatkan kepuasan dari peserta melalui komitmen peningkatan kualitas layanan.

(Diskominfo/HR)


Indeks Berita