Berita Terkini


WARGA KARTIKAJAYA AKAN TERIMA PENGHARGAAN KALPATARU

Senin, 02 November 2020 16:23:23

Kendal- Berkat keuletannya menjadi penggiat lingkungan hidup dengan melakukan konservasi di wilayah pesisir laut Kabupaten Kendal, Wasito (47)  warga Desa Kartikajaya RT. 04 RW.02 Kecamatan Patebon Kendal akan menerima penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 10 November 2020 mendatang.

Kalpataru sendiri adalah penghargaan yang diberikan kepada perorangan atau kelompok atas jasanya dalam melestarikan lingkungan hidup di Indonesia.

Wasito telah memberikan sumbangsih nyata bagi upaya pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup dengan menanam pohon mangrove di pesisir laut di wilayah Kabupaten Kendal secara berkelanjutan.

Terkait dengan penghargaan Kalpataru yang akan diberikan, Wasito masuk pada kategori Pengabdi Lingkungan, yaitu salah satu kreterianya telah mengabdikan diri dalam upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup dan memberikan dampak positif terhadap lingkungan hidup, sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.

Wasito menjelaskan, memulai konservasi sejak tahun 2006 lalu setelah melihat abrasi di pesisir laut Kartikajaya. "Konservasi ini awalnya saya lakukan sendiri, kemudian mengajak keluarga, meramba ke pemuda desa, dan berjalannya waktu didukung oleh pegiat lingkungan lainnya, terutama Ikatan Mahasiswa Kendal (Imaken) pada tahun 2013," ujar Wasito, Senin (2/10/2020).

Untuk wilayah konservasi dilakukan oleh Wasito yaitu sepanjang pesisir di wilayah Kabupaten Kendal dari pesisir pantai di Kecamatan Kaliwungu hingga Kecamatan Rowosari. Adapun tanaman mangrove yang ditanami adalah rhizophora, avicennia, tancang, dan cemara laut.

Menurut penggiat lingkungan Hidup Asal Kartikajaya itu, sampai saat ini digaris-garis pantai di Kabupaten Kendal yang sudah ditanami dan tumbuh pohon mangrove ada sekitar 30 hektar.

Ia juga menyampaikan, disamping konservasi ternyata tamanan mangrove bisa menjadi nilai ekonomi, yang mana buah dari jenis tancang dan avicennia dapat dimanfaatkan oleh masyarakat menjadi olahan makanan, seperti kerupuk, klepon, kue jenang dan olahan makanan lainnya.

Wasito mengungkapkan, konservasi yang dirinya lakukan sempat mendapat mencemooh dan dianggap kurang kerjaan. "Konservasi yang saya lakukan ini pernah mendapat tanggapan kurang baik dari beberapa warga, karena menanam mangrove di pinggiran pantai akan sia-sia, sebab akan hilang tersapu oleh ombak. Namun ternyata buah mangrove yang saya tanam bisa tumbuh dengan baik,  dan pada akhirnya banyak mengundang pecinta alam ingin ikut menanamnya,"ungkapnya.

Dengan mendapatkan penghargaa ini, ia berharap dapat menjadi motifasi bagi generasi muda pecinta alam, yaitu khususnya masyarakat pantai di pesisir Kendal agar dapat terus melestarikan lingkungan hidup, sehingga nantinya pantai-pantai di Kabupaten Kendal menjadi pantai yang hijau dan mampu menyejahterakan masyarakatnya.


Indeks Berita