Kendal- Hujan lebat dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur di Wilayah Kabupaten Kendal secara merata menyebabkan kejadian dampak Banjir, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang.
Hal itu disampaikan Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, Iwan Sulistyo, Senin (08/02/2020) di Kantor BPBD Kabupaten Kendal .
Menurut Iwan, hujan yang mengguyur sejak tanggal 5-7 Februari ini menyebabkan banjir di 13 Kecamatan yang tersebar di 73 desa dan Kelurahan di Kabupaten Kendal. Selain itu, menyebabkan tanah longsor di 3 kecamatan, pohon tumbang di 6 kecamatan, dan tanggul longsor di 10 kecamatan.
Dengan adanya bencana alam yang terjadi di wilayah Kabupaten Kendal, BPBD Kabupaten Kendal langsung merespon dan bergerak cepat dalam menanganinya.
"Adapun upaya yang sudah dilakukan oleh BPBD Kendal diantaranya adalah assessment data, berkoordinasi dengan Pemerintah Desa dan relawan gabungan untuk melakukan evakuasi dan penanganan korban terdampak, mengirimkan bantuan logistik kebutuhan dasar kepada korban terdampak, melakukan penanganan pemotongan pohon tumbang, penanganan tanah longsor yang menutup jalan, evaluasi 1 korban meninggal dunia akibat banjir, dan melakukan kerja bakti penanganan tanggul kritis bersama warga, TNI, Polri, DPUPR dan DPSDATARU Provinsi Jawa Tengah," ujar Iwan.
Sedangkan untuk dapur mmum, pihaknya telah membantu pendistribusian di 15 tempat di lokasi kebanjiran, baik yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Kendal, Pemerintah Desa, maupun pihak organisasi kemasyarakatan lainnya.
Ia juga berpesan kepada masyarakat untuk tetap siaga dan waspada dalam menghadapi musim penghujan ditahun 2021, dan jika terjadi bencana agar dapat memberikan informasi ke BPBD Kendal dengab menghubungi nomor WA 08112828160.
(Diskominfo/HR)