Kendal- Sekolah Luar Biasa (SLB) Mutiara Bangsa Patean Kabupaten Kendal menggelar Bakti Sosial Healing Therapy bagi anak spesial, Minggu (14/03/2021) di aula sekolah setempat.
Acara dihadiri oleh Camat Patean Muhafit Zainudin, S.H., Pimpinan Redaksi Justice News Sri Boentoro, Camat Mijen Semarang, Direktur Utama BPR BKK Kendal Akhmad Mundolin, terapis Joni, dan diikuti oleh 40 anak tuna ganda.
Nina Dewi Nurchipayana Kepala SLB Mutiara Bangsa Patean menyampaikan, bahwa kegiatan ini bekerjasama dengan Justice News dan Terapis Joni, yang bertujuan untuk membantu anak-anak yang mengalami tuna ganda.
"Kegiatan ini kami lakukan karena melihat banyak anak-anak tuna ganda atau klasifikasi ganda yang belum tertangani, dan belum ada SLB di Kabupaten Kendal yang menerima mereka, yang mana cukup rumit dan spesial dalam penanganannya, sehingga harus melibatkan banyak pihak seperti ahli terapi," ujar Nina.
Menurut Kepala SLB Mutiara Bangsa, kegiatan ini juga dalam rangka Sewindu (8) tahun SLB Mutiara Bangsa Patean, sebagai bentuk pengabdian kepada negara, dan pihaknya ke depan akan menerima anak-anak dengan klasifikasi ganda.
Nina berharap ke depan akan lebih banyak lagi mitra yang menggandeng, termasuk dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal, sehingga dapat merealisasikan pendidikan yang lebih luas lagi. "Harapan kami adalah, akan lebih bayak lagi mitra, baik dari swasta maupun dari Pemerintah Kabupaten Kendal, dan kami sangat berharap dukungan dari Bapak Bupati Kendal agar bersama-sama merealisasikan pendidikan yang lebih luas lagi, karena setahu saya data anak-anak spesial yang belum masuk sekolah semua klasifikasi ada sekitar 2600 anak, sehingga perlu adanya penambahan kelas atau ruang buat mereka untuk belajar," harapnya.
Sementara itu, Camat Patean Muhafit Zainudin mengatakan bahwa akan mensupport kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh SLB Mutiara Bangsa Patean. "Saya atas nama Pemerintahan Kecamatan Patean sangat mendukung kegiatan ini, ke depan akan lebih bersinergi agar pendidikan di SLB Mutiara Bangsa bisa lebih berkembang lagi," tuturnya.
(Diskominfo/HR)