Kendal - Kabupaten Kendal menjadi salah satu dari sebelas daerah yang ikut serta memenuhi panggilan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonimi Kreatif ( Kemenparekraf/Baparekraf RI ) Sandiaga Salahudin Uno, Rabu (24/3/2021).
Tujuan pemanggilan Kepala Daerah adalah untuk melakuan pembahasan pengembangan Sektor Parekraf yang ada di daerah, untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang sempat menurun akibat Covid-19.
Kemenparekraf/Baparekraf RI Sandiaga Salahudin Uno menjelaskan, sesuai RPJMN 2020 – 2024, Kemenparekraf/Baparekraf menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024. Dari 244 desa wisata, sebanyak 150 desa wisata berada di 5 Destinasi Super Prioritas dan akan diperluas.
“Desa wisata ini program andalan kita, program unggulan kita. Jadi, mohon para Bupati fokus untuk melakukan scaling up dari desa rintisan menjadi desa mandiri. Karena ini yang disebut sebagai rural tourism yang akan menjadi prioritas kita ke depan,” ujar Sandiaga Salahudin Uno.
Pada pertemuan sebelas Kepala Daerah tersebut, Bupati Kendal Dico M. Ganinduto memaparkan rencana Sport Tourism yang merupakansalah satu quick win dari Pemerintah Kendal.
“Alhamdulillah kesempatan ini bisa saya dapat, untuk ikut berdiskusi langsung dengan Menteri Kemenparekraf dan melakukan pembahasan pengembangan destinasi wisata selakigus memaparkan visi dan misi pengembangan wisata,” jelas Bupati Kendal.
Lebih lanjut Dico M. Ganinduto menyebut jika langkah ini merupakan wujud nyata dalam mengembangkan sektor wisata di Kabupaten Kendal.
Sementara dalam giat tersebut hadir juga 10 Kepala Daerah lain diantaranya, Bupati Malang M. Sanusi, Bupati Bener Meriah Abuya Sarkawi, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, Bupati Cilacap Tato Suwarto Pamuji, Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Bupati Aceh Tamiang Mursil, Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar, dan Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo.
(Diskominfo/AK)