Kendal- Pemerintah Kabupaten Kendal menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kendal Tahun 2022, Selasa (30/03/2021) yang di laksanakan di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kabupaten Kendal.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Kendal Dico Ganinduto, B.Sc., Wakil Bupati Kendal H. Windu Suko Basuki, S.H., Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal, H. Moh Toha, S.T., M.Si, Ketua DPRD Kendal Muhammad Makmun, Forkopimda Kabupaten Kendal, dan diikuti oleh para Kepala OPD Kendal Anggota DPRD Kendal, perwakilan Bappeda Kabupaten /Kota Semarang dan Batang, Tim Penyusun RKPD Tahun 2022Tokoh Agama, LSM, Tokoh Masyarakat, perwakilan Forum Anak dan Perempuan, serta perwakilan dari Kelompok Difabel.
Dalam laporannya Plt Kepala Baperlitbang Kendal, Abdul Wahab menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut. "Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah membahas rancangan RKPD dengan mendasarkan prioritas usulan dan hasil pelaksanaan Musrenbang Tingkat Kecamatan serta hasil Reses DPRD, dan mendapatkan masukan dalam rangka penyempurnaan Rancangan RKPD Kabupaten Kendal Tahun 2022 yang memuat permasalahan pembangunan, prioritas pembangunan daerah, pagu indikatif dan pendanaan berdasarkan tugas dan fungsi serta kewenangan perangkat daerah," ujarnya.
"Kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari, tanggal 30 dan tanggal 31 Maret 2021, dengan sasaran yang ingin dicapai yaitu terciptanya proses perencanaan yang transparan, efektif, efisien serta komprehensif dalam penyusunan prioritas kegiatan dan anggaran pembangunan Kabupaten Kendal Tahun 2022," tambah Abdul Wahab.
Sementara itu Bupati Kendal, Dico Ganinduto dalam sambutan pengarahannya menyampaikan, bahwa pertumbuhan ekonomi dunia mengalami pelambatan pada tahun 2020 lalu. Hal ini berdampak pada pelambatan pertumbuhan ekonomi di tingkat global, nasional, regional provinsi yang secara langsung juga berdapak pada pelambatan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kendal. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal pada tahun 2020 melambat -1,53%. Dengan pelambatan pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Kendal pada tahun 2020 meningkat masing-masing sebersar 9,99?n 7,56%.
Di sisi lain, menurutnya, Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Kendal meningkat menjadi 72,29 pada tahun 2020. Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia ini sejalan dengan peningkatan Angka Harapan Hidup menjadi 74,43, dan peningkatan PDRB menjadi 42.581,36 miliar pada tahun 2020.
"Pandemi Covid-19 yang sudah setahun ini terjadi mengubah pola kehidupan sosial bermasyarakat. Pandemi Covid-19 ini memaksa kita untuk mematuhi protokol kesehatan dimanapun berada, pembatasan berkumpul dan berpergian. Hal ini sangat berdampak besar pada roda perekonomian kita. Maka, pada tahun 2022 nanti, Kabupaten Kendal mengusung tema pembangunan yaitu Pemulihan Ekonomi Berbasis Pengembangan Potensi Unggulan Daerah dan Sumberdaya Alam. Kabupaten Kendal juga mempunyai banyak sekali potensi-potensi yang dapat dikembangkan diantaranya sektor industri, sektor jasa dan sektor pertanian," tutur Bupati Dico Ganinduto.
Iamenuturkan, adanya transformasi dari Kawasan Industri Kendal (KIK) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seharusnya juga menjadi salah satu pendorong masuknya investor-investor ke Kabupaten Kendal. Selain itu, di sektor pertanian, Kabupaten Kendal mempunyai luas tanah sawah sebesar 24.087,6 Hektar atau sebesar 24,03?ri luas wilayah Kabupaten Kendal. Produksi padi meningkat menjadi 245.172 ton, sejalan dengan produksi jagung yang meningkat menjadi 266.122 ton pada tahun 2020 lalu. Hal ini dapat terus ditingkatkan, agar dapat memenuhi kebutuhan bahan makanan dalam Kabupaten Kendal, dan dapat menjadi penyuplai beras dan jagung ke luar daerah.
Kemudian, di sektor jasa, yang salah satunya adalah sektor pariwisata, Kabupaten Kendal patut berbangga karena mampunyai wilayah yang terdiri dari pesisir pantai dan pegunungan. Banyak Spot-spot wisata di Kendal yang mulai muncul ke permukaan, seperti Pantai Indah Kemangi di Kangkung, Pantai Sendang Asih di Weleri, Curug Jeglong di Plantungan, Kebun Buah Plantera di Sukorejo maupun salah satu rintisan Kebun Buah di Kaliwungu Selatan.
"Panorama alam yang berupa pesisir dan pegunungan harus dapat diolah dan dipromosikan lebih lanjut untuk menjadi tujuan wisata favorit di Kawasan pantura. Jangan sampai, Kabupaten Kendal ini hanya menjadi tempat lewat wisatawan dari kota-kota sekitar kita. Selain meningkatkan fasilitas di destinasi wisata, akses dan infrastruktur pariwisata juga harus diperhatikan, termasuk adanya penginapan dan tempat wisata kuliner yang khas dan nyaman. Karena, wisata kuliner juga salah satu hal yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kendal," kata Bupati Dico.
Bupati Kendal juga mengungkapkan, saat ini sudah memasuki era revolusi industry 4.0, dimana terdapat penggabungan antara informasi dan teknologi komunikasi dalam bidang industri. Teknologi menjadi hal yang penting dalam era Revolusi Industri 4.0, sehingga sudah sepantasnya harus memaksimalkan penguasaan teknologi sebagai salah satu sarana mempercepat pembangunan perekonomian.
Selain revolusi industri 4.0, lanjut Bupati Dico, saat ini juga sudah memasuki era disruptif, dimana adanya sebuah inovasi baru yang masuk ke pasar dan menciptakan efek disrupsi yang kuat, sehingga mengubah struktur pasar sebelumnya, hal ini dapat terlihat pada gencarnya jasa dan penjualan secara online, yang menjadi pesaing berat pelaku usaha di bidang jasa dan pasar konvensional.
“Mau tidak mau, kita harus mampu menangkap peluang yang ada saat ini, dengan memaksimalkan teknologi untuk mengenalkan produk UMKM kita ke pasar global, tentunya disertai dengan peningkatan kualitas produk yang dapat bersaing dengan daerah lain dan menjadi favorit. Untuk itu, kita harus bersinergi agar dapat membantu UMKM untuk lebih berkembang, salah satunya dengan menggunakan produk UMKM Kendal, dan mengenalkannya ke keluarga dan teman-teman serta melalui media sosial yang kita miliki,” ajak Bupati Kendal.
Menurutnya, tantangan terbesar kedepan adalah pengurangan kemiskinan dan pengangguran serta menstabilkan kembali pertumbuhan perekonomian kita yang terpuruk di masa pandemi Covid-19 ini. Tetapi saya optimis, kita bisa bekerja sama untuk mempercepat pembangunan perekonomian dan menormalkan kembali roda perekonomian masyarakat Kabupaten Kendal.
Bupati Dico juga menjelaskan, pada tahun 2020 lalu, tingkat partisipasi angkatan kerja Kabupaten Kendal sebesar 70,50%, artinya potensi pengurangan pengangguran terbuka lebar, karena Kabupaten Kendal mempunyai bonus demografis, dimana masyarakat di usia produktif lebih dominan. Untuk itu, diperlukan peningkatan kompetensi masyarakat usia produktif agar dapat bersaing di dunia kerja. Selain itu, harus dapat menumbuhkan semangat berwirausaha anak-anak muda kini, agar dapat membuka lapangan pekerjaan dan membantu mengurangi pengangguran.
Bupati Dico berharap, pengurangan pengangguran, diharapkan bisa membantu dalam proses pengurangan angka kemiskinan, karena mengurangi kemiskinan tidak hanya memberikan Bantuan Langsung Tunai kepada warga kurang mampu, tetapi juga harus diimbangi dengan pemberian ketrampilan dan semangat berwirausaha terutama kepada masyarakat di usia produktif, dan memberikan lapangan pekerjaan kepada mereka sesuai dengan keahliannya.
Pada tahun 2022 adalah tahun awal pelaksanaan RPJMD Kabupaten Kendal untuk mewujudkan Kendal Handal, Unggul, Makmur dan Berkeadilan. Untuk itu Bupati Kendal mengajak semua pihak agar dapat bersinergi untuk dapat mewujudkan visi tersebut, yaitu pertama mewujudkan Kendal sebagai pusat industri dan pariwisata di Jawa Tengah. Kedua, mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas, sehat jasmani dan rohani, berbudi pekerti luhur dan memiliki daya saing dalam rangka menyambut revolusi industry 4.0.
Ketiga, mewujudkan kehidupan agama yang harmonis, inklusif, ditunjang dengan tatanan masyarakat yang aman, nyaman, tenteram dalam relasi yang seimbang antara berbagai komponen masyarakat dan stakeholder pembangunan, Keempat mewujudkan pembangunan infrastruktur yang mantap, merata dan berkeadilan dengan memperhatikan daya dukung dan kelestarian lingkungan, dan yang ke lima, mewujudkan tata Kelola pemerintahan yang demikratis, transparan, akuntabel, berbasis elektronik dan bebas korupsi, dengan memberikan ruang yang luas bagi partisipasi masyarakat dalam proses perumusan hingga evaluasi kebijakan.
“Proses pencapaian visi dan misi Kabupaten Kendal sangat membutuhkan dukungan dari Perangkat Daerah maupun semua stakeholder di Kabupaten Kendal. Dengan adanya berbagai masalah dan potensi yang ada, saya harap Perangkat Daerah dapat menangkap dan memberikan solusi serta memunculkan inovasi untuk mempercepat penyelesaian masalah yang ada, dan dapat bekerjasama dengan semua stakeholder yang ada untuk kemajuan Kabupaten Kendal,” tutur Bupati Kendal mengakhiri pengarahannya.
Kemudian acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan Lomba Krenova Tahun 2020, dan dilanjutkan dengan penyampaian arah kebijakan pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022, penyampaian pokok pemikiran DPRD Kendal tentang rencana pembangunan tahun 2022.
Selanjutnya paparan materi Arah Kebijakan Pembangunan Tahun 2022, paparan materi Proyeksi Kemampuan Keuangan Daerah Kabupaten Kendal Tahun 2022, diskusi dan tanya jawab, penandatanganan berita acara kesepakatan Musrenbang RKPD Tahun 2022, dan diskusi kelompok sesuai pembidangan.
(Diskominfo/HR)