Berita Terkini


Pemkab Kendal Gelar Talkshow Tata Niaga Komoditi Tembakau

Kamis, 23 Juni 2022 18:04:03

Kendal- Pemerintah Kabupaten Kendal bersama Kantor Bea Cukai Semarang menggelar Talkshow Cukai Tembakau Sebagai Pendapatan Strategis di Kabupaten Kendal dengan tema "Mata Rantai dan Tata Niaga Komoditi Tembakau di Kabupaten Kendal", Kamis (23/6/2022) bertempat di Curugsewu, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal.

Hadir sebagai narasumber, Wakil Bupati Kendal, H. Windu Suko Basuki, S.H., Kepala Seksi Perbendaharaan Kantor Bea Cukai Semarang, Tri Hanggono Nugroho, Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Drs. Budi Santoso, M.Si., Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kendal, Bowo.

Dalam acara tersebut, Kasi Perbendaharaan Kantor Bea Cukai Semarang, Tri Hanggono Nugroho menjelaskan, bahwa tembakau secara umum jika belum diolah dan dikemas serta diberi rasa masih bebas dari cukai, namun jika sudah diolah dan dimas sudah dikenakan cukai.

Kasi Perbendaharaan Kantor Bea Cukai Semarang menjelaskan, ciri-ciri tembakau ilegal, yaitu hasil produksinya berbentuk rokok Sigaret Kretek Mesin (SKM) dengan pita cukai bekas, atau menggunakan pita cukai dengan Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang mana bukan standarnya, serta rokok polos tanpa pita cukai.

Tri Hanggono juga mengimbau kepada masyarakat, agar ada keterbukaan dan keinginan untuk memberikan informasi mengenai rokok ilegal didaerahnya masing-masing, dan harus dilaporkan kepada pihak terkait.

Ia menerangkan, untuk di Kabupaten Kendal mendapatkan 17,4 miliar untuk tahun 2022, yang mana untuk digunakan pada bidang kesejahteraan masyarakat terutama para petani tembakau, bidang kesehatan, dan penindakan terkait dengan rokok ilegal.

Kepala Satpol PP Jateng, Budi Santoso menyampaikan, terkait dengan support Satpol PP kepada pihak Kantor Bea Cukai adalah ikut dalam penindakan barang kena cukai, dan mensuport sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membeli rokok yang tidak bercukai.

Budi mengatakan, terkait dengan rokok ilegal, pihaknya bersama Kantor Bea Cukai ikut dalam memberikan kesadaran dengan melakukan sosialisasi bagi masyarakat untuk memutus mata rantai peredataran rokok ilegal.

Sementara itu, Wakil Bupati Kendal H. Windu Suko Basuki, S.H menyampaikan terkait hasil pertanian khususnya tembakau di Kabupaten Kendal tahun 2020 ada sekitar 3200 ton dan ditahun 2021 meningkat sekitar 4000 ton dan ditahun 2022 ini nantinya akan lebih meningkat lagi.

Lebih lanjut Wabub Windu Basuki mengatakan, pada prinsipnya Pemkab Kendal akan terus memberikan penyuluhan kepada para pertani tembakau, sehingga dapat terus menghasilkan tenbakau-tembakau yang berkualitas.

"Pemkab Kendal terus memberikan penyuluhan kepada para petani tembakau di Kabupaten Kendal, dengan mengajak para petani tidak hanya menggunakan pupuk kimia saja, namun lebih baiknya lagi menggunakan pupuk organik, agar tembakau yang dipanen tetap menghasilkan tembakau-tembakau berkualitas," tambah Wabub Kendal.

Wabub Kendal juga mengungkapkan, Pemkab Kendal selalu membantu masyarakat petani tembakau dengan menyalurkan hasil pertaniannya kepada pabrik-pabrik tembakau atau distributor, sehingga hasil panennya tidak sampai terbengkelai.

Sedangkan penyampaian dari Kasi Intel Kejaksaan Ngeri Kendal, Bowo mengatakan, terkait dengan pelanggaran barang kena cukai di Kabupaten Kendal, pihaknya pernah menangani satu kasus pada tahun 2021 lalu, yaitu penjual komoditi barang kena cukai 250 batang rokok.

Bowo menambahkan, terkait dengan sinergitas pemberantasan rokok ilegal ini sangatlah bermanfaat, yaitu dapat melakukan penyuluhan hukum, sehingga jika masyarakat mengenali hukum, maka akan menjauhi pelanggaran hukumnya.

Diskominfo/HR


Indeks Berita