Berita Terkini


Badan Kesbangpol Kendal Gelar Acara Pendidikan Politik Bagi Masyarakat

Jumat, 09 September 2022 12:42:43

Kendal- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kendal menggelar acara Pendidikan Politik Bagi Masyarakat Kabupaten Kendal, Kamis (8/9/2022) yang dilaksanakan di Gedung Abdi Praja Kabupaten Kendal.

Acara dihadiri oleh  Kabid Politik Dalam Negeri dan Ormas pada Badan Kesbangpol Kendal, Ratih Susi Purnani beserta jajaranya, Sekretaris Diskominfo Kabupaten Kendal, Rini Utami, Ketua KPU Kendal, Hevy Indah Oktaria sekaligus menjadi narasumber, serta diikuti oleh mahasiswa dari Universitas Selamat Sri Kendal dan mahasiswa di universitas lainnya.

Kabid Politik Dalam Negeri dan Ormas pada Badan Kesbangpol Kesbangpol Kendal, Ratih Susi Purnani menyampaikan, bahwa
Negara Indonesia telah berupaya membangun wajah demokrasi ke arah yang lebih baik. Langkah tersebut harus diimbangi dengan koordinasi dan komunikasi melalui pendidikan politik bagi masyarakat yang efektif dan efisien.

"Sebagaimana kita ketahui kondisi saat ini, Negara kita tengah berproses membangun era keterbukaan dan kebebasan. Setiap individu, kelompok serta golongan dapat menyuarakan aspirasinya dengan lebih terbuka," ujar Ratih Susi Purnani.

Menurut Ratih Susi Purnani, demokrasi harus mampu ditempatkan sebagai proses yang mempersatukan berbagai gagasan dan kepentingan untuk mencapai tujuan bersama dalam berbangsa dan bernegara. Apabila terdapat perbedaan, maka harus digunakan cara-cara yang konstitusional untuk menyelesaikannya, agar dapat mencapai konsensus yang melindungi seluruh kepentingan bangsa dan semakin mensejahterakan masyarakat.

Ia juga menyampaikan, bahwa Pendidikan Politik tidak boleh hanya dijadikan alat merealisasikan kepentingan tertentu, namun juga harus membangun etikanya, dengan tetap mengedepankan komitmen untuk mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara diatas segala - galanya. Tentu sebagai Negara yang berpegang pada consensus Pancasila dengan UUD 1945, etika pendidikan politik di Indonesia harus berlandaskan serta bernafaskan falsafah tersebut.

Sebagai informasi pada tahun 2024 nanti, tepatnya tanggal 14 Februari 2024 kita akan melaksanakan Pemilihan legislatif (Pileg), pemilihan presiden (Pilpres). Serta pemilihan kepala daerah secara serentak yang juga akan dilaksanakan di Tahun 2024 yakni tanggal 27 November 2024.

"Pemilihan sebagai sarana perwujudan kedaulatan rakyat untuk menghasilkan wakil rakyat dan para pemimpin bangsa, hal ini merupakan upaya perwujudan pemerintahan yang demokratis berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945. Sedangkan dalam setiap momentum Pemilu dan pemilihan, masyarkat wajib berperan sebagai subjek yang mengawal proses yang berjalan. Maka, sistem demokrasi bisa berjalan sesuai dengan azaz yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur adil dan berkualitas," tambah Ratih Susi Purnani.

Dirinya juga menerangkan, bahwa partisipatif bukan hanya sebatas datang ke TPS saja, namun masyarakat juga harus ikut aktif dalam mengawal setiap proses tahapan.

"Mari kita amati dan awasi jalanya pemilihan, agar dapat berjalan sesuai regulasi, karena kesuksesan penyelenggaraan pemilihan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen terkait, agar proses pemilihan menjadi transparan dan mampu melahirkan wakil rakyat dan pemimpin bangsa yang berkualitas," ajak Ratih Susi.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber. Sebagai narasumber pertama Hevy Indah Oktaria menyampaikan informasi terkait dengan tahapan Pemilu dan pelaksanaan Pemilu tahun 2024.

"Tahun 2024 mendatang, kita akan melaksanakan Pemilu serentak yang dibagi menjadi 2 jenis, yaitu pada tanggal 14 Februari tahun 2024 dan 27 November 2024," terang Hevy.

Dirinya juga berharap, partisipasi dari pemilih pemula ini bisa meningkat, karena jumlahnya cukup signifikan dalam proses demokrasi.

Hevy meminta kepada para peserta, agar dapat memberikan informasi kepada sekolahanya masing-masing terkait dengan tahapan hingga pelaksanaan Pemilu. Terlebih pada kesadaran terhadap kepedulian Pemilu.

"Selain itu, harus mengenal para calon yang nantinya akan dipilih, dan menolak mony politik dalam proses Pemilu," Hevy.

Ketua KPU Kendal ini juga mengingatkan kepada para peserta, agar dalam pelaksanaan Pemilu nanti jangan sampai golput, mengingat satu suara sangat menentukan perubahan diproses demokrasi.

Sementara itu, narasumber kedua, Sekretaris Diskominfo Kendal, Rini Utami menyampaikan materi tentang peran media dalam peningkatan partisipasi pemilih pemula pada Pemilu 202.

Rini Utami mengatakan, sebagai calon pemilih pemula diharapkan bisa memanfaatkan sosial media agar dapat bisa mengenal para calon yang akan dipilih.

"Selain nanti para pemilih pemula ini mendapatkan informasi dari penyelenggara pemilihan umum, dengan memanfaatkan sosial media mereka akan lebih mengenal biografi dan kiprah para calon di masyarakat yang akan dipilih," terang ujar Rini Utami.

Ia berpesan kepada para peserta, agar tidak golput dalam pemilihan umum tahun 2024 dan seterusnya, karena memberikan hak suara adalah wujud dari tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Terkait dengan sosial media, Rini Utami juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar hati-hati dalam bersosial media, jangan menyebarkan informasi yang sifatnya provokasi yang menimbulkan kebencian atau permusuhan individu maupun kelompok masyarakat tertentu, karena akan dapat terjerat tindak pidana UU ITE.

Diskominfo/HR


Indeks Berita