Kendal- Bupati Kendal, Dico M. Ganinduto menyebut bahwa haul merupakan tradisi untuk terus dilestarikan, sebagai penghargaan kepada para tokoh agama atau alim ulama yang telah meninggal dunia, seperti KH. Ahmad Rifa’i sebagai Pahlawan Nasional Asli Kendal, dimana semasa beliau telah berjuang guna syiar agama Islam, sehingga tentunya semua patut untuk mendoakannya.
Hal itu disampaikan oleh Bupati Kendal dalam acara Haul Akbar KH. Rifa'i Tahun 2022 di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Minggu (6/11/2022).
Lebih lanjut, Bupati Kendal mengatakan, bahwa sebagaimana kita ketahui, KH. Ahmad Rifa’i dilahirkan di Tempuran pada tahun 1785 Kabupaten Kendal yang mana semasa hidupnya gigih dalam melawan penjajahan Belada. Perlawanannya itu dilakukan melalui proses pembinaan kepada masyarakat, yaitu dengan menanamkan keyakinan keagamaan melalui tablig keliling di daerah-daerah Kendal. Dalam dakwahnya beliu tidak hanya menyampaikan masalah-masalah agama, tapi juga sosial kemasyarakatan.
"Ternyata sikap dan semangat yang diajarkan Kiai Rifa'i itu benar-benar meresap Pemerintah Kolonial Belanda. Karena ajarannya mengancam eksistensi Belanda, akhirnya Kyai Rifa'i diasingkan ke Ambon oleh pemerintah kolonial Belanda. Setelah itu, beliau dipindahkan ke tahanan Kampung Jawa di Tondano Kabupaten Minahasa, Manado Sulawesi Utara, sampai wafat dan dimakamkan di sana pada tahun 1869," tambah Bupati Dico.
Bupati Dico juga mengungkapkan, ternyata sikap dan semangat yang diajarkan Kiai Rifa'i itu benar-benar meresap di hati masyarakat. Atas jasa-jasa dan pengorbanannya, pada Tahun 2004 Pemerintah menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada KH. Ahmad Rifa'i dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuangannya.
"Untuk itu, mari kita sosialisasikan kepada masyarakat Kendal tentang Pahlawan Nasional asal Kendal KH. Ahmad Rifa’i ini. Kita kenali para pendahulu bangsa dan harus mencontoh para pahlawan kita untuk bisa diteladani, dengan memberikan penghormatan dan penghargaan bagi para pejuang. Lanjutkan perjuangan pahlawan-pahlawan kita dengan menjadikan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera, serta jadilah pahlawan untuk keluarga dan orang-orang di sekeliling kita," tutup Bupati Kendal mengakhiri sambutannya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, KH. Taj Yasin Maimoen yang juga hadir dalam acara tersebut menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tentunya senang dengan adanya organisasi Rifa'iyah yang bergerak di Bidang Keagamaan, khususnya adalah Thoriqoh yang ditunjukkan oleh jamaah terus bersinergi dengan guru, dan inilah ajaran ahlusunah waljamaah.
"Saya merasa senang kegiatan ini bisa terus terlaksana, karena ini menunjukan kebersamaan antara umaro dan ulama bisa bersinergi untuk guyub rukun," terang Taj Yasin.
Ia juga mengajak Rifa'iyah untuk terus bersinergi dan bersama - sama menumbuhkan perekonomian masyarakat untuk menghadapi ancaman resesi global.
Sedangkan ketua panitia acara, Gus Parno menjelaskan, pada hari ini DPD Rifa'iyah Kendal, mengadakan Haul KH. Ahmad Rifa'i Kendal yang merupakan pahlawan asli Kendal, yang mana acara dihadiri oleh 7000 orang melebihi target yang diharapkan.
"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jamaah yang turut hadir dan berkontribusi dalam kegiatan ini, baik jamaah dari Temanggung, Wonosobo, dan Semarang, dan terutama kepada jamaah dari Kabupaten Kendal," ujar Gus Parno.
Gus Parno juga mengungkapkan, kepengurusan Rifa'iyah ini sudah ada di Pimpinnan Cabang Rifaiyah dan pengurus ranting Rifaiyah yang tersebar di 20 Kecamatan Kabupaten Kendal.
Turut hadir Ketua Umum Pimpinan Pusat Rifa’iyah, Dr. KH. Dr. Mukhlisin Muzarie, M.Ag, Wakil Bupati Kendal, H Windu Suko Basuki para pimpinan OPD Kendal, dan diikuti ribuan jamaah Rifa'iyah dan masyarakat umum lainnya.
Diskominfo/HR