Berita Terkini


Warga Desa Protomulyo Menggelar Kirab Budaya Rajaban Kuntul Nglayang 1446 H

Kamis, 02 Januari 2025 18:41:19

Kendal- Ribuan warga Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal menggelar Kirab Budaya dalam rangka menyambut Bulan Rajab 1446 Hijriah, Kamis (2/1/2025).

Acara kirab Rajaban Kuntul Nglayang ini ditandai dengan mengarak 5 gunungan, berupa tumpeng, palawija hasil bumi, seperti buah dan sayur-sayuran, serta jajanan pasar dimulai dari lapangan Badminton RT. 2 RW. 1 melewati dukuh Protokulon dan finis di pendopo area makam Panembahan Pangeran Juminah yang berada di Desa Protomulyo.

Ketua pelaksana acara kirab, Prabowo Sumiarto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan acara rutin tahunan yang digelar oleh masyarakat Desa Protomulyo dalam rangka menyambut Bulan Rajab malam Kamis Jumat Kliwon.

"Selain itu, juga sebagai rasa syukur kepada Allah SWT yang telah mengirimkan Panembahan Pengeran Juminah yang telah menata peradapan di wilayah Kaliwungu Kabupaten Kendal," tambah Prabowo.

Ia menerangkan, rangkaian acaranya sudah dilaksanakan sejak tanggal 1 Januari dengan agenda tadarus Al-Quran, dan pada hari ini arak-arakan gunungan hingga pendopo area makam Panembahan Pangeran Juminah, pembacaan doa tahlil, dan rebutan gunungan oleh masyarakat.

"Kemudian dilanjutkan dengan menyekar Bunga di Makam Pangeran Juminah dan di makam para tokoh lainnya," jelas Prabowo.

Ia berharap, tradisi ini menjadi salah satu kekayaan budaya yang ada di Kabupaten Kendal yang harus terus bersama-sama bisa dilestarikan, sehingga akan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kendal, terutama bagi warga Desa di Protomulyo.

Sementara itu, Kasi Pemerintah dan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Kaliwungu Selatan, Sriyati sangat menyambut baik dan mengapresiasi warga di Desa Protomulyo yang telah rutin menggelar Kirab Budaya Rajaban Astana Kuntul Nglayang.

Menurut Sriyati, acara ini sangat luar biasa, mengingat pentingnya menjaga tradisi sebagai salah satu kekayaan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa-bangsa lain.

"Harapannya tradisi ini akan terus dilestarikan, dan terus dijaga bersama-sama, sehingga kecintaan kita terhadap bangsa Indonesia tidak akan lekang oleh waktu dan akan terus turun menurun sampai ke anak cucu nanti," harap Sriyati.

Diskominfo Kendal/Heri.


Indeks Berita