Kendal - Komunitas Kendal Haritage, Pelataran Sastra Kaliwungu, dan Teater Admosfer bekolaborasi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kendal menggelar Serasehan Refleksi 100 Tahun Manuscript atau Naskah Tumenggung Hadi Nagoro, Minggu (5/1/2025) di Ruang Rapat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kendal.
Acara ini diselenggarakan juga untuk memperingati Haul 170 Tahun Pengeran Diponegoro dan memperingati 200 tahun Perang Jawa.
"Kami dari Perpusda Kendal sangat mengapresiasi komunitas yang telah menyelenggrakan acara ini, karena sejalan dengan tugas kami, yaitu salah satunya melestarikan naskah kuno," ujar Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi.
Menurut Wahyu, pelestarian naskah kuno ini sangat penting dan perlu diinformasikan kepada masyarakat, karena Kendal memiliki potensi naskah kuno yang ada di masyarakat, sehingga diharapkan bisa didaftarkan ke Pepusda Kendal sesui dengan amanat undang-undang, dan nantinya akan di digitalisasi.
"Naskah kuno ini mininal berusia 50 tahun, tidak dicetak diperbanyak dengan cara apapun, dan berkaitan dengan Kebudayaan Nasional, sejarah, maupun ilmu pengetahuan lainnya," terang Wahyu.
Ia berharap kepada masyarakat Kabupaten Kendal, agar yang merasa memiliki naskah kuno hukumnya wajib untuk didaftarkan atau mau di titipkan di Perpustakaan Kendal, sehingga keamanannya tetap terjaga dengan baik.
Ketua Komunitas Kendal Haritage, Galih Setya Aji mengatakan, bahwa acara ini untuk mengingat catatan sejarah berupa Manuscript asli tulisan tangan yang menjelaskan tentang Tumenggung Hadi Nagoro, yang mana beliau adalah Bupati Kaliwungu yang terakhir.
"Hari ini adalah pertama kali Kabupaten Kendal sukses dalam observasi naskah kuno tulisan tangan asli mengenai sejarah pemerintahan, yang mana juga telah didaftarkan sesuai program dari Kearsipan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia," ungkap Galih.
Ia menjelaskan, catatan naskah ini kemungkinan sudah disalin disetiap masa pemerintahan pada masa tersebut, namun dalam Naskah ini tercatat akhir dibuat pada tanggal 5 Januari 1925, dan hari ini adalah genap 100 tahun naskah tersebut ditulis.
Lebih lanjut Galih menjelaskan, bahwa di dalam naskah ini dapat mengetahui catatan penting para pemimpin, dalam hal ini adalah Tumenggung Hadi Nagoro yang telah mendapatkan tugas khusus untuk menjaga wilayahnya dari ancaman penjajah waktu itu.
"Selain itu, dalam catatan naskah kuno tersebut, beliau adalah pemimpin yang sangat cekatan saat menjalankan tugas, dan pemimpin yang sangat diperhitungkan oleh pihak penjajah.
Galih juga mengatakan, bahwa Naskah Kuno ini selama satu minggu dipamerkan Perpusda Kendal, agar masyarakat bisa melihat secara langsung bentuk dan isi dari naskah tersebut.
Diskominfo/HR