Kendal- Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari menghadiri acara seminar Tata Rias Solo Putri Inovasi yang digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Kendal, Kamis (15/5/2025) di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal.
Dalam acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kendal, Hj. Niken Larasati, perwakilan dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kedal, pembina dan penasehat HARPI Kendal, serta diikuti ratusan anggota HARPI Melati Kendal.
Ketua Harpi Melati Kendal, Anjar Sudiharto dalam kesempatan itu menyampaikan, seminar Tata Rias Solo Putri Inovasi ini diikuti oleh 150 orang peserta yaitu para penata rias di Kabupaten Kendal, dan menghadirkan Umi Nafsiatun selaku pakar tata rias solo.
Ia juga menjelaskan, bahwa dalam kegiatan itu juga menampilkan tata rias Kendal Raja Kaputren dan riasan pakem adat istiadat rias Solo putri.
"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada perias yang ada di Kabupaten Kendal, karena kita memiliki tanggung jawab besar dalam merawat, dan menjaga warisan budaya dalam hal ini adalah tata rias," ujar Anjar Sudiharto.
Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari menyampaikan sangat menyambut baik mengapresiasi HARPI MELATI dan semua pihak atas dilaksanakannya seminar ini, dalam upaya pelestarian budaya melalui tata rias pengantin yang menggabungkan unsur tradisional dan sentuhan inovasi yang relevan dengan zaman.
Menurut Bupati Kendal, seminar ini menjadi sarana penting bagi para peserta khususnya bagi para praktisi tata rias, dan pecinta budaya, karena menyuguhkan perpaduan antara tradisi khas daerah dan inovasi dalam tata rias pengantin modern.
"Acara ini juga dapat menambah pengetahuan tentang tata rias pengantin dari kebudayaan yang berbeda, sehingga para perias pengantin dapat menghargai budaya daerah sendiri maupun daerah lain, untuk mengembangkan kompetensi dan daya saingnya dalam bisnis tata rias pengantin," tutur Bupati Kendal.
Bupati Dyah Kartika juga mengatakan, bahwa salah satu tren tata rias pengantin tradisional saat ini adalah gaya Jawa Tengah yaitu Solo Putri. Tetapi permintaan rias pengantin bergaya muslim syar’i semakin tinggi, maka penting bagi penata rias untuk memperhatikan kondisi pasar bisnis tata rias dan terus belajar sehingga dapat mencukupi harapan masyarakat.
Ia mengungkapkan, bahwa Hadirnya HARPI MELATI sangat baik untuk meningkatkan kualitas para perias pengantin serta melestarikan budaya Indonesia.
Tak hanya itu, Hj Dyah Kartika Permanasari juga mengungkapkan dukungan terhadap Harpi Melati Kendal terkait dengan niatnya untuk mematenkan hasil karya tata rias pengantin Raja Kaputren Kendal.
"Saya berharap HARPI MELATI Kabupaten Kendal dapat bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan segenap pihak terkait dalam berbagai event atau program yang memberi kemanfaatan bagi masyarakat. Selain itu, juga harus terus meningkatkan kompetensi anggotanya, menjaga kekompakan dan bekerja secara profesional.
Bupati Dyah Kartika juga berpesan kepada para peserta seminar, agar terus kreatif, melakukan inovasi tanpa mengurangi nilai estetika, moral, adat istiadat sehingga ke depan menjadi penata rias yang unggul berbudaya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kendal, Hj. Niken Larasati menyampaikan, bahwa kegiatan seninar ini sangat baik sekali, mengingat sebagai bentuk melestarikan budaya tata rias pengantin sebagai mana pakemnya.
Ia juga menyampaikan, sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh DPC Harpi Melati Kabupaten Kendal, terutama dalam mengembangkan inovasi di bidang tata rias pengantin.
Diskominfo Kendal/Heri