Kendal – Sebanyak 70 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaskibraka) Kabupaten Kendal mengikuti kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkotika di Gedung Wanita Kendal, Rabu (25/6/2025).
Kegiatan yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kendal ini bertujuan untuk membentuk karakter positif dan memperkuat mental para peserta yang akan bertugas pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kendal dan dosen dari perguruan tinggi Universitas Stikubank (Unisbank).
Acara ini merupakan bagian dari pembinaan intensif yang diterima Capaskibraka, selain pelatihan fisik dan penanaman nilai-nilai nasionalisme.
Kepala Badan Kesbangpol Kendal, Alfebian Yulando menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk edukasi untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di kalangan remaja, termasuk para pelajar yang terpilih sebagai calon Paskibraka.
“Kebetulan narasumber pertama kami hadirkan dari BNNK Kendal. Karena adik-adik ini kan masih kelas satu, dia adalah penerus kita semua. Maka, kami berikan pembekalan terkait informasi dan pengetahuan terkait bahaya penyalahgunaan narkoba, sebagai dasar utama agar mereka terhindar dari bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang," tutur Alfebian Yulando.
Lebih lanjut, Alfebian menyampaikan bahwa narasumber lainnya dari akademisi juga turut memberikan materi terkait bahaya penyalahgunaan media sosial dan potensi dampak hukum dari tindakan yang melanggar norma hukum. Menurutnya, materi tersebut penting untuk membangun ketahanan karakter para Capaskibraka agar tidak mudah terjerumus pada hal-hal negatif.
“Jadi pembinaan ini sebagai dasar utama agar pondasi mental mereka kuat, sehingga dapat terhindar dari hal-hal yang negatif,” tambah Kepala Badan Kesbangpol Kendal.
Ia juga menegaskan, bahwa pembinaan ini sebagai upaya untuk menjaga para pelajar dari berbagai bentuk kenakalan remaja, karena pergaulan sekarang kan ada tawuran, kreak, peredaran obat-obatan terlarang, minuman keras.
"Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang sehat, berintegritas, serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan zaman," kata Alfebian
Selain itu, kata Kepala Kepala Badan Kesbangpol Kendal, bahwa Kegiatan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara fisik tetapi juga tangguh secara mental dan bebas dari pengaruh narkotika.
Sementara itu, Kepala BNNK Kendal, Anna Setiyawati yang hadir sebagai narasumber memberikan pemahaman menyeluruh mengenai jenis-jenis narkotika dan dampak buruk yang ditimbulkan jika disalahgunakan.
Ia menjelaskan, para Capaskibraka juga dibekali peran untuk menjadi penyambung pesan kepada lingkungan sekitarnya terkait bahaya narkoba.
“Kami hari ini bersama Badan Kesbangpol memberikan sosialisasi apa itu narkoba beserta dampaknya. Kami dari BNNK juga memberikan sosialisasi apa yang harus dilakukan adik-adik sebagai orang-orang terpilih kepada lingkungan dan teman sebayanya,” ujar Kepala BNNK Kendal.
Menurut Anna, Capaskibraka memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan di masyarakat. Maka dari itu, mereka diharapkan bisa menjadi duta anti narkoba yang menyampaikan informasi penting kepada rekan-rekannya, agar membentuk lingkungan sekolah dan sosial yang bersih dari pengaruh narkotika.
Dalam sesi berikutnya, dosen Unisbank, Widiyanto Tri Handoko, menyampaikan materi tentang ancaman penyalahgunaan teknologi informasi yang dapat membuka celah terhadap penyebaran dan penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda.
Widiyanto mengungkapkan, pemanfaatan teknologi secara tidak bijak dapat menjadi faktor pendorong perilaku negatif. Namun sebaliknya, jika teknologi digunakan dengan bijak akan menjadi senjata ampuh melawan kejahatan siber.
Ia juga menyampaikan akan pentingnya pemahaman digital bagi para pelajar, agar mereka mampu menggunakan teknologi secara produktif dan positif.
“Sebagai pelajar SMA adik-adik ini adalah generasi yang tumbuh bersama teknologi, dan sudah saatnya memahami serta memanfaatkan teknologi informasi secara positif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika,” tegas Widiyanto.
Sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan, sosialisasi antinarkotika ini menjadi salah satu program penting dalam proses pembentukan karakter Capaskibraka Kendal. Dengan menyasar aspek fisik, mental, sosial, dan hukum.
Diskominfo Kendal/Sandy