Berita Terkini


Bupati Kendal Serahkan Bantuan Pangan untuk Penurunan Stunting

Rabu, 02 Juli 2025 21:30:59

Kendal – Upaya serius terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kendal dalam menekan angka stunting, salah satunya melalui pemberian bantuan pangan kepada anak-anak balita yang mengalami kurang gizi dan gizi buruk di Kabupaten Kendal.

Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kondisi kesehatan anak-anak di wilayah Kabupaten Kendal.

Seperti halnya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kendal pada hari ini Rabu (2/7/2025) telah menyalurkan bantuan pangan kepada anak-anak di wilayah Kecamatan Brangsong yang yang dilaksanakan di Puskesmas Brangsong 2.

Penyaluran bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari bersama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat dan Forkopimcam Kecamatan Brangsong.

Dalam sambutannya, Bupati Kendal menekankan pentingnya perhatian terhadap balita yang mengalami masalah gizi.

“Bantuan pangan berupa beras ini merupakan bentuk perhatian pemerintah Kabupaten Kendal terhadap anak yang mengalami gizi buruk. Tujuannya untuk meringankan beban orang tua dalam pemenuhan makanan untuk anaknya,” tutur Hj. Dyah Kartika Permanasari.

Ia juga menjelaskan, bahwa program ini diprioritaskan untuk keluarga yang tergolong membutuhkan. “Bantuan ini diprioritaskan untuk balita dari keluarga yang masih membutuhkan dan balita yang memiliki gizi kurang dan buruk,” jelasnya.

Terkait jumlah bantuan, Bupati Kendal menyebut bahwa alokasinya dibedakan berdasarkan kondisi gizi balita penerima manfaat. Untuk balita yang memiliki gizi kurang mendapatkan bantuan beras 10 kilogram, sedangkan untuk balita yang memiliki gizi buruk mendapatkan 15 kilogram.

Bupati Kendal juga berharap, agar para orang tua lebih memperhatikan asupan makanan bagi anak-anaknya, agar nantinya bisa menjadi generasi emas.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Brangsong 2, dokter Tri Nur Alis Rahmawati, memaparkan data terkini per akhir Juni 2025 terkait kondisi balita dan baduta di wilayah kerjanya.

“Data update terbaru sampai akhir Juni 2025 di Puskesmas Brangsong 2 tercatat jumlah balita sebanyak 771. Dari jumlah tersebut, 14 balita mengalami gizi buruk dan 112 balita mengalami gizi kurang. Itu untuk kelompok usia di atas dua tahun dan di bawah lima tahun,” jelas dokter Tri Nur.

Lebih lanjut ia menyampaikan, untuk baduta yang usianya di bawah dua tahun, yang mengalami gizi buruk ada 9, dan untuk gizi kurang ada 94 anak dari total keseluruhan baduta sebanyak 588 anak.

Ia menegaskan, bahwa bantuan beras dari pemerintah ini memang diarahkan sebagai intervensi dasar untuk pemenuhan kebutuhan pokok.

“Harapannya dari bantuan beras ini, balita dan baduta yang mengalami gizi buruk dan kurang bisa tercover,” harap Kepala Puskesmas Brangsong, dokter Tri Nur.

Diskominfo Kendal/Sandy


Indeks Berita