Kendal — Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari menutup pelatihan unit kompetensi pada tahap pertama, Senin (28/07/2025) di Ruang Abdi Praja Kabupaten Kendal.
Peda tahap pertama, ada 144 peserta yang berhasil lolos dalam pelatihan tersebut, sesuai dengan bidangnya masing-masing.
“Kegiatan hari ini merupakan penutupan pelatihan unit kompetensi sesuai dengan bidang masing-masing peserta,” ungkap Hj. Dyah Kartika Permanasari saat memberikan sambutan.
Pelatihan ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam mendukung program Kendal Cerdas, yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia.
“Hal ini tentu dilakukan sebagai upaya mendukung program Kendal Cerdas dalam mempersiapkan sumber daya manusia di Kabupaten Kendal,” tutur Bupati DyahKartika Permanasari.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kendal juga menginformasikan bahwa seluruh peserta pelatihan dinyatakan lolos dan akan memiliki kesempatan untuk terhubung dengan dunia industri.
“Seluruh peserta pelatihan dinyatakan lolos, dan ke depan akan ada kerja sama dengan perusahaan-perusahaan. Jika kompetensinya sesuai, mereka berpeluang diterima di perusahaan yang tepat,” jelasnya.
Pelatihan ini menjadi bagian dari solusi dalam mengatasi angka pengangguran di Kabupaten Kendal yang saat ini mencapai 32 ribu orang. Pemerintah menargetkan penurunan angka pengangguran sebesar satu persen pada tahun ini.
“Jumlah pengangguran di Kabupaten Kendal saat ini mencapai 32 ribu orang, dan harapannya tahun ini dapat mengalami penurunan sebesar 1 persen,” ujar Bupati Kendal.
Lebih lanjut, ia juga memaparkan bahwa program 1 Desa 1 Sarjana tengah dipersiapkan dan akan dimulai Oktober mendatang, bekerja sama dengan Politeknik Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka).
“Tahun ini, kami akan membuka dua kelas, masing-masing berisi 25 peserta. Program ini akan dimulai pada bulan Oktober, dan setelah lulus, para peserta akan langsung ditempatkan kerja sebagai bagian dari upaya pengurangan angka pengangguran,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala UPTD BLK Disperinaker Kendal, Herdro Setyo Utomo, menjelaskan bahwa pelatihan tahap pertama mencakup tujuh kelas untuk jurusan penjahit operator garmen dan satu kelas instalasi listrik.
“Pelatihan tahap pertama kali ini mencakup jurusan penjahit operator garmen sebanyak tujuh kelas, serta satu kelas untuk kejuruan instalasi listrik,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa pelatihan dilakukan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan di Kawasan Industri Kendal (KIK) serta mendorong peserta agar memiliki semangat berwirausaha.
“Dalam pelatihan ini, kami bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang berada di Kawasan Industri Kendal (KIK), sekaligus mengoptimalkan potensi peserta agar mereka juga mampu berwirausaha,” ungkap Hendro.
Setiap kelas terdiri dari 16 peserta dengan total delapan kelas, dan durasi pelatihan berkisar antara 22 hingga 33 hari.
“Pada pelatihan tahap pertama ini, setiap kelas diikuti oleh 16 peserta, dengan total 8 kelas yang mencakup 144 orang. Durasi pelatihan untuk masing-masing kelas berlangsung sekitar 22 hingga 33 hari,” pungkas Herdro.
Diskominfo Kendal/Sandy