Berita Terkini


Pemkab Kendal Ajak Para Siswa Fokus Belajar untuk Jadi Generasi Emas

Selasa, 02 September 2025 23:36:41

Kendal- Pemerintah Kabupaten Kendal berikan arahan pada kegiatan apel satuan pendidikan di Kabupaten Kendal secara serentak, salah satunya di SMK Negeri 6 Kendal, Senin (1/9/2025).

Dalam apel tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kendal, Ardhi Prasetiyo, S.STP., M.M. menjadi pembina apel, dan menyampaikan arahan dari Gubernur Jawa Tengah, H. Ahmad Luthfi.

Dalam amanatnya, Ardhi Prasetiyo menyampaikan materi tentang "Pendapat Secara Demokratis dan Bertanggung Jawab dalam Kerangka Penguatan Pendidikan Karakter".

"Patut rasanya kita untuk terus percaya bahwa semangat yang kita miliki ini akan menjadikan hari-hari perjalanan mempersiapkan masa depan Indonesia gemilang akan terwujud," tutur Ardhi Prasetiyo.

Lebih lanjut ia menyampaikan, berada di tengah-tengah para generasi bangsa ini sungguh sebuah kebagaiaan tersendiri, dan mampu menghadirkan kenangan indah saat pernah menjadi seorang murid pada masanya dulu.

Menurut kepala Diskominfo Kendal, bahwa Momen menjadi murid adalah momen yang harus disyukuri, karena kesempatan dan kesediaan menjadi murid akan memberikan kesempatan pada generasi muda untuk mengukir masa depan. Keberhasilan menjadi murid dan nantinya lulus dengan kualitas kelulusan yang hebat akan mempermudah jalan meraih cita-cita.

"Untuk itulah, kepada anak-anakku semua kiranya kalian dapat memanfaatkan waktu belajar secara efektif, secara cerdas, dan secara unggul," kata Ardhi.

Pada pagi yang cerah itu, Ardhi mengajak para murid untuk menyikapi kondisi penyampaian pendapat melalui unjuk rasa yang terjadi beberapa hari belakangan ini. Apakah penyampaian pendapat dilarang oleh negara? Jawabnya adalah tidak. Menyampaikan pendapat merupakan hak warga negara yang dijamin oleh konstitusi. Hak ini tidak dilarang manakala disampaikan secara benar dan bertanggung jawab.

"Begitu juga bagi murid di sekolah ini, tidak melarang untuk menyampaikan pendapatnya. Pendidikan menyampaikan pendapat dapat kalian praktikkan pada saat pemilihan pengurus OSIS, perencanaan program kelas, pada saat diskusi, dan lain-lain kesempatan melalui pembimbingan dan pendampingan dari para guru," tambah Ardhi.

Selain itu, lanjut pembina upacara, bahwa menyampaikan pendapat di muka umum juga tidak dilarang, namun diatur agar tidak mengganggu ketertiban umum. Namun sekali lagi bahwa dalam bentuk apapun penyampaian pendapat itu disampaikan haruslah tetap disampaikan secara benar dan bertanggung jawab.

Menurutnya, sebagai seorang murid yang tugasnya adalah belajar kiranya cara menyampaikan pendapat juga sesuai dengan tingkat kedewasaan yang dimiliki, agar murid tidak bergeser orientasinya belajar yang harus bertekun mempersiapkan masa depannya.

Pihaknya mengungkapkan, akhir-akhir ini banyak ajakan kepada anggota masyarakat, termasuk pada murid untuk bergabung dalam aksi unjuk rasa menyuarakan pendapat. Tentunya bagi para murid itu belum waktunya, karena dari sisi usia belum memiliki cukup kedewasaan untuk mengambil tindakan yang terukur.

"Maka kepada anak-anakku semua hendaklah tidak mudah untuk terpancing dengan adanya ajakan untuk melakukan unjuk rasa. Anak-anak harus fokus belajar, anak-anak harus menjadi teladan, dan anak-anakku semua harus mampu membentengi diri dengan sikap dan perilaku yang terpuji, dan memastikan bahwa cita-cita kalian harus tercapai," kata Kepala Diskominfo Kendal.

Ia berpesan kepada para siswa, agar bisa memastikan dan mengawal masa depan pribadi masing-masing melalui belajar yang terukur. Salah satunya bisa memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk menambah dan memperkuat ilmu pengetahuan yang telah diajarkan oleh para guru di sekolahannya masing-masing.

Kemajauan teknologi informasi, salah satunya hadir melalui perangkat gadget atau smarphone, yang mana harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Maka, Ardhi juga berpesan kepada para murid, agar mepergunakan perangkat komunikasi tersebut dengan penuh hati-hati dan bijaksana.

"Jangan pergunakan perangkat komunikasi dan media sosial yang ada dalam genggaman sebagai alat yang justru akan merugikan kalian. Pilih dan pilahlah content yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, dan jangan gunakan untuk instrument yang merugikan diri sendiri dan orang lain," pesan Ardhi kepada para murid.

Pihaknya juga mengungkapkan, bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menempatkan urusan pendidikan sebagai program prioritas pembangunan, karena Pemprov Jateng sangat menyadari bahwa pendidikan adalah merupakan salah satu instrumen dalam pengentasan kemiskinan dan penanggulangan pengangguran.

Menurut Ardhi, melalui pendidikan, para murid akan memiliki bekal untuk menatap masa depan yang gemilang, maka ia meminta semuanya untuk tekun belajar dan mampu melaksanakan 3 (tiga) kunci keberhasilan.

Adapun 3 kunci keberhasilan tersebut, pertama adalah harus berbakti kepada orang tua. Kunci keberhasilan ini mengarahkan anak-anak untuk patuh, tunduk dan hormat kepada orang tua. Anak-anak harus merengkuh restu orang tua sebagai kunci utama gerbang keberhasilan, karena restu orang tua akan menghadirkan keseimbangan dengan semesta.

Kemudian, kedua adalah memiliki disiplin diri yang kuat. Kunci keberhasilan ini wajib tertanam dalam perilakuku keseharian para semua. Mengingat, disiplin akan memetakan
tahapan pencapaian tujuan, dan kemampuan mengatur waktu secara cermat dan berimbang, serta kepatuhan terhadap norma hukum, norma agama, dan norma sosial.

"Para murid harus belajar mengelola waktu dengan efektif, baik waktu beribadah, waktu membantu orang tua, waktu belajar, waktu bermain, maupun waktu-waktu lain yang diarahkan untuk mengembangkan potensi diri," tambah Arddhi.

Ketiga, adalah para murid harus patuh dan hormat kepada guru dan warga sekolah lainnya. Syarat keberhasilan ini wajib ditanam dalam hati dan diimplementasikan dalam interaksi pergaulan disekolah.

Para murid yang keseharian berada di lingkungan sekolah hampir 7 jam dalam seharinya memiliki orang tua, yakni para guru dan tenaga kependidikan. Dan juga memiliki teman, sehingga harus saling mengasihi, menghormati dan menghargai satu sama lainnya.

Pihaknya juga meyakini, bahwa Jawa Tengah yang saat ini telah berdiri sebanyak 866 SMA, 1.539 SMK dan 188 SLB baik Negeri dan Swasta, dengan jumlah murid tidak kurang dari 1.290.494 anak, dan diasuh oleh tidak kurang dari 72.397 orang guru. Tentunya hal tersebut merupakan sebuah modal yang sangat strategis dan berharga untuk mewujudkan kemakmuran negeri.

Tak lupa dalam kesempatan itu juga, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kesiapan dan ketekunan para murid mengikuti studi lanjut di sekolah pilihannya.

"Jadilah murid yang patut menjadi teladan kebaikan dimanapun kalian berada. Kalian patut dibanggakan karena kalianlah yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di negeri tercinta Indonesia," tutur Ardhi Prasetiyo mengakhiri amanah dari Gubernur Jawa Tengah.

Diskominfo Kendal/Heri


Indeks Berita