Berita Terkini


Bersama Bulog, Pemkab Kendal Sosialisasikan Penyerapan Jagung Kering

Kamis, 04 September 2025 17:03:05

Kendal- Pemerintah Kabupaten Kendal bersama Perum Bolog Kantor Cabang Semarang menggelar sosialisasi penyerapan jagung pipil kering di wilayah Kabupaten Kendal, Kamis (4/9/2025) bertempat di Aula Kantor Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kendal.

Acara tersebut dihadiri Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari, Kepala Kantor Cabang Bulog Semarang, Rendy Ardiansyah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Pandu Rapriat, Kabag SDM Polres Kendal, Kompol Ryke Rhimadhila, S.H., S.I.K., dan diikuti oleh seluruh Pendamping Pertanian Lapang (PPL) di Kabupaten Kendal, serta para Bhabinkamtibmas di Kabupaten Kendal.

Dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Pandu Rapriat menyampaikan, kegiatan sosialisasi ini untuk lebih mensinergikan antara PPL dengan Bhabinkamtibmas dalam memberikan pemahaman kepada para petani, terkait dengan program penyerapan jagung dari pihak Bulog.

"Harapanya, agar tidak terjadi mis komunikasi tekait dengan program penyerapan jagung, sehingga diharapkan program tersebut berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi para petani di Kabupaten Kendal," ujar Pandu Rapriat.

Semenatara itu, Kepala Bulog Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah mengatakan, bahwa saat ini penyerapan jagung dilapangan cukup rendah, karena Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditentukan meningkat, sehingga harga swasta pastinya juga lebih meningkat.

Menurut Rendy, hal tersebut juga menjadi tujuan dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan para petani. Ia mengatakan, Perum Bulog akan terus melakukan penyerapan jagung pipil kering dari para petani, agar hasil penyerapan jagung tersebut nantinya akan kembali juga kepada masyarakat.

"Kalau jagung dijual ke Bulog, nantinya akan kembali ke masyarakat, termasuk dampak manfaatnya akan dirasakan oleh para peternak ayam, karena akan mendapatkan harga pakan lebih murah. Namun kalau jagung dijual kepihak swasta, tentunya tidak akan kembali kemasyarakat, karena akan dijual secara komersial, sehingga petani akan membeli harga pakan ternak dengan harga tinggi," ungkap Rendy.

Ia berharap, para petani bisa mengeringkan jagung pipilnya skitar 2 - 3 hari, agar kadar airnya mencapai 15 persen sesuai yang diharapkan Perum Bulog, sehingga petani akan mendapatkan harga yang layak, yaitu di harga Rp 6.400/Kg.

Adapaun penyerapan jagung di Kabupaten Kendal, Rendy menaargetkan akan menyerap sekitar 10.000 ton. Namun, hingga saat ini baru 420 ton atau 3,8 persen yang baru terserap.

"Harapannya dengan adanya kegkatan ini akan bisa merealisasikan serapan jagung di Kabupaten Kendal secara optimal," harap Rendy.

Dalam acara tersebut, Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari menyampaikan, bahwa kegiatan sosialisasi ini untuk lebih menekankan kepada para pendamping pertanian lapangan, agar lebih bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat khsusnya para petani terkait dengan program peyerapan jagung dari pihak Bulog Kantor Cabang Semarang yang meliputi Wilayah Kabupaten Kendal.

Menurut Bupati Kendal, sebelumnya juga sudah dilakukan sosialisasi kepada para petani terkait dengan serapan jagung yang akan dilakukan oleh Perum Bulog, sesuai dengan harga yang sudah ditentukan, yaitu Rp. 6.400/kg dengan kadar air 15-16 persen.

"Sebelum ada program dari pemerintah terkait dengan serapan jagung, pihak swasta membeli jagung pipil kering dengan harga Rp. 4000/Kg. Namun setelah ada program dari pemerintah melalui Perum Bulog menetapkan harga Rp 6.400/kg, sehingga saat ini pihak swasta meningkatkan harganya hingga Rp.6500/kg," ujar Bupati Kendal.

Lebih lanjut, Bupati Kendal menyampaikan, bahwa melalui sosialisasi yang dilakukan kepada para pendamping petani di lapangan ini, nantinya mereka bisa memberikan pemahaman kepada para petani agar bisa lebih menjual jagungnya kepada Perum Bulog.

"Harapannya para pendamping lapangan, termsuk para Bhabinkamtibmas nantinya bisa memberikan pemahaman kepada para petani terkait dengan program pemyerapan jagung pipil kering dari Perum Bulog, sehingga hasil panen jagungnya bisa lebih dijual ke Bulog sebagai cadangan pemerintah untuk menstabilkan harga, yang nantinya berkaitan dengan jagung," kata Bupati Kendal.

Diskominfo Kendal/Heri


Indeks Berita