Berita Terkini


Haul Para Ulama Kaliwungu, Bupati Kendal : Ulama Merupakan Suri Teladan

Minggu, 05 Oktober 2025 17:29:30

Kendal – Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari menghadiri acara peringatan Haul Al-Marhumin Al-Maghfurlahum KH. Ahmad Ru’yat dan Mbah Wali Musyaffa’, Sabtu (4/10/2025) yang dilaksanakan di Masjid Besar Al Mutaqqin Kaliwungu.

Acara dihadiri oleh para pengasuh pondok pesantren, para pengurus Masjid Al Mutaqqin, dan diikuti rbuan jamaah yang memadati kompleks masjid tersebut.

Semua yang yang hadir dalam acara haul, menjadi saksi betapa peristiwa ini memiliki makna yang jauh lebih dalam, sebuah ikhtiar untuk menghidupkan kembali keteladanan para auliya dan ulama.

Dalam acara tersebu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menyatakan, bahwa haul merupakan bentuk penghargaan kepada para tokoh agama yang telah berpulang, karena semasa hidup para ulama telah berjuang guna syiar agama Islam, sehingga semua umat muslim patut mendo’akan agar segala amalan beliau diterima di sisi Allah SWT dan diampuni kesalahannya.

Bupati Kendal menyebut, bahwa KH. Ahmad Ru’yat dan Mbah Wali Musyaffa’ adalah tokoh penting dalam sejarah Kaliwungu, khususnya dalam perkembangan Islam dan pondok pesantren. Menurutnya perjuangan harus dijadikan pelajaran bahwa Islam yang diajarkan adalah Islam rahmatan lil ‘alamin penuh kasih sayang, kesungguhan memperjuangkan kebenaran ilmu agama, dan keadilan bagi masyarakat.

“Maka, dalam kesempatan ini saya mengajak seluruh jama’ah dan masyarakat Kaliwungu dan sekitarnya, agar senantiasa mendoakan kebaikan bagi para ulama. Marilah menghormati para ulama dengan mengambil ilmu-ilmunya dan mengamalkan di kehidupan sehari-hari,” tutur Bupati Dyah Kartika.

Dalam kesempatan itu juga, Bupati memohon doa dan dukungan masyarakat untuk bersinergi membangun Kabupaten Kendal yang lebih baik, dengan menjaga kerukunan, persatuan, dan kondusivitas wilayahnya masing-masing.

Ketua Pembina Yayasan Masjid Besar Al Mutaqqin Kaliwungu, KH. Asroi Tohir dalam acara tersebut menyampaikan, bahwa Beliau para auliya dan ulama sudah berjasa memberikan bimbingan dan pencerahan bagi masyarakat, bukan hanya di Kaliwungu saja, namun juga di daerah lain. Dari haul ini, yang terpenting adalah bisa mengambil suri keteladanannya.

KH. Asroi Tohir juga menyampaikan, hakikat haul adalah kesadaran untuk mengikuti jejak keteladanan para kekasih Allah, bukan sekadar mengikuti keramaian.

“Haul tahunan ini harus tetap dilestarikan untuk membuktikan cinta kepada ulama, auliya dan cinta kepada Rosullullah Muhammad SAW,” tutur KH. Asroi Tohir.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes APIK Kauman Kaliwungu, KH. Sholahudin Humaidullah menerangkan sejarah tentang para almarhum.

"KH. Ahmad Rukyat lahir pada tahun 1885, putra dari KH Abdullah Wiryodikromo, dan wafat pada tahun 1968. Jenazahnya dimakamkan di Bukit Jabal Nur Kaliwungu. Tahun 1932, KH Ahmad Rukyat diamanahi pamannya, KH. Irfan untuk mengasuh Ponpes APIK Kauman Kaliwungu, dan di bawah asuhannya, pesantren ini bertambah pesat perkembangannya hingga sampai sekarang,” jelas KH. Sholahudin.

Lebih lanjut ia menerangkan, banyak santri beliau yang kemudian menjadi ulama besar, antara lain KH. Abuya Dimyati (Pandeglang, Banten), KH. A Shohibulwafa (Tasikmalaya), KH Asror Ridwan, dan KH Dimyati Rois (Kaliwungu), dan masih banyak lagi lainnya.

Lebih lanjut, KH. Sholahudin menerangkan, adapun Mbah Wali Musyaffa’, lahir tahun 1904 di Kampung Losari Krajan Kulon Kaliwungu. Meski berasal dari keturunan biasa, beliau ditakdirkan menjadi waliyullah dan wafat pada tahun 1969.

“Semasa hidup, Kyai Musyafa terkenal sebagai ulama yang memiliki karomah. Beliau dikenal dengan sosok yang zuhud dan sederhana,” ungkap KH Sholahudin mengakhiri penyampaiannya.

Diskominfo Kendal/Heri


Indeks Berita