Berita Terkini


Bupati Kendal Tinjau Pengerukan Sedimentasi Sungai Kendal

Sabtu, 08 November 2025 13:00:12

Kendal – Tingginya curah hujan yang belakangan sering terjadi di wilayah Kabupaten Kendal mendorong Pemerintah Kabupaten Kendal melakukan langkah antisipatif terhadap potensi banjir. Salah satunya melalui pengerukan sedimentasi di Sungai Kendal yang dilakukan pada Sabtu (08/11/2025).

Pengerukan dilakukan mulai dari kawasan Sungai Masjid Agung hingga ke arah utara sepanjang satu kilometer, menggunakan alat berat jenis excavator long arm. Kegiatan ini bertujuan untuk memperlancar aliran air sungai agar tidak meluap saat curah hujan tinggi.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari meninjau langsung progres pengerukan di lokasi. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa pengerjaan normalisasi sungai baru dilakukan di bagian utara, yakni dari sekitar Masjid Agung hingga wilayah Balok.

“Normalisasi Sungai Kendal baru dilakukan dari sebelah masjid sampai ke arah satu kilometer di wilayah Balok. Untuk wilayah selatan sementara belum dapat dilakukan mengingat keterbatasan penggunaan alat berat excavator long arm,” ujar Bupati Dyah.

Ia menambahkan, kondisi di wilayah selatan Sungai Kendal tidak memungkinkan untuk dilalui alat berat karena terdapat banyak pedagang kaki lima (PKL) dan bangunan yang berdiri di tepi sungai.
“Di sana banyak sekali bangunan di pinggir sungai dan juga PKL, sehingga alat berat tidak bisa masuk dan bekerja dengan optimal,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Bupati Dyah menjelaskan bahwa proyek normalisasi Sungai Kendal ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) dan Pemerintah Kabupaten Kendal.
“Pelaksanaan proyek ini didukung oleh anggaran dari Pusdataru Provinsi Jawa Tengah serta didampingi alokasi dari APBD Kabupaten Kendal,” jelasnya.

Melalui upaya ini, Pemerintah Kabupaten Kendal berharap kapasitas aliran air Sungai Kendal dapat kembali optimal sehingga mampu meminimalkan risiko genangan maupun banjir di kawasan perkotaan Kendal.

 

(Diskominfo/AK92)


Indeks Berita