Berita Terkini


Bupati Kendal Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya

Minggu, 16 November 2025 07:58:46

KENDAL - Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengajak masyarakat untuk melestarikan budaya wayang sebagai warisan budaya tak benda yang diakui UNESCO. 

Hal ini disampaikan dalam Pagelaran Wayang Kulit di Kecamatan Weleri, pada Sabtu malam, 15 November 2025. 

Bupati Kendal menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para dalang, PEPADI, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta semua pihak yang telah berkolaborasi dalam melaksanakan Pagelaran Wayang Kulit ini. 

"Saya menyambut baik Pagelaran Wayang Kulit ini, yang merupakan langkah nyata dan komitmen Pemerintah Daerah dalam melestarikan dan memajukan tradisi budaya lokal, serta nguri-uri kebudayaan Jawa terutama Wayang," katanya.

Bupati Kendal juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan budaya wayang. 

"Di era modern ini, pelestarian tradisi budaya memerlukan peran serta berbagai pihak, khususnya generasi muda yang harus menjadi motor penggerak pelestari kebudayaan," tambahnya.

Dalam pagelaran wayang kulit dengan lakon Wiratha Parwa, Bupati Kendal berharap masyarakat dapat mengambil pesan-pesan moral dan suri tauladan dari tokoh-tokoh wayang. 

"Mari kita mengambil pesan-pesan moral dan suri tauladan dari pagelaran wayang ini, agar kita dapat menjadi generasi yang berkarakter dan berbudaya," katanya.

Bupati Kendal juga mengucapkan selamat Hari Wayang Nasional kepada seluruh warga Kendal yang diperingati setiap tanggal 7 November.  

"Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Para Dalang, PEPADI, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta semua pihak yang telah berkolaborasi dalam melaksanakan Pagelaran Wayang Kulit ini," tambahnya.

Sementara itu, Camat Weleri, Dwi Suryo Cahyono mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk untuk nguri-uri budaya asli Indonesia. 

"Di Kabupaten Kendal, khususnya di Kecamatan Weleri sangat banyak kesenian singo barong dan kesenian lainnya," ujarnya. 

Untuk itu, lanjut Camat, dirinya mengajak para generasi muda untuk terus ikut bersama-sama nguri-uri budaya yang ada. 

"Agar generasi selanjutnya bisa tahu, bahwa kita mempunyai kekayaan budaya dan kesenian," pungkasnya. 

 

Diskominfo/ian


Indeks Berita