Berita Terkini


Pemkab Kendal Gelar Pagelaran Wayang Kulit Peringati Hari Guru Nasional

Rabu, 26 November 2025 20:45:08

KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal menyelenggarakan Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2025 di Kecamatan Gemuh, Rabu (26/11/2025)

Kegiatan budaya ini dihadiri langsung oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari,  Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Disdikbud Jateng, Eris Yunianto, Kabid Kebudayaan Didsik Kendal, Nurul Farida dan Forkopimcam Gemuh.

Dalam sambutannya, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menegaskan bahwa pagelaran wayang kulit bukan hanya sekedar tontonan, namun juga merupakan media pendidikan moral.

“Dalam setiap lakon wayang, tersimpan pesan tentang kejujuran, keadilan, dan perjuangan menegakkan kebenaran. Kekuatan sejati bukan berasal dari senjata atau kekuasaan, tetapi dari kebijaksanaan hati,” ujar Bupati.

Beliau menekankan pentingnya pewarisan nilai budaya kepada generasi muda. Pagelaran ini juga menjadi bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam melestarikan budaya lokal, khususnya seni pedalangan Jawa.

Bupati Kendal juga menyampaikan pesan khusus terkait Hari Guru Nasional 2025, yang tahun ini mengusung tema nasional “Guru Hebat, Indonesia Kuat” dari Kemendikdasmen, dan tema dari Kementerian Agama RI yakni “Merawat Semesta dengan Cinta”. Menurutnya, guru adalah pilar utama pembentukan karakter bangsa.

“Panjenengan semua adalah pejuang tanpa tanda jasa yang membekali murid dengan ilmu, karakter, dan nilai kehidupan. Di era modern yang penuh tantangan, guru tidak hanya mengajar tetapi juga menjadi pembimbing dan motivator,” ungkap Bupati.

Ia menutup sambutannya dengan ungkapan apresiasi mendalam perjuangan dan dedikasi para guru tidak pernah terlupakan.

"Kami menghaturkan rasa hormat setinggi-tingginya kepada seluruh guru di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kendal,” tambahnya.

Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Eris Yunianto, turut memberikan sambutan. Ia menyampaikan bahwa pagelaran wayang ini merupakan wujud dukungan terhadap misi pemerintah dalam pelestarian budaya.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan angka melek budaya sebagai salah satu indikator pelestarian. Mulai dari mengenal, berinteraksi, hingga mencintai warisan budaya, termasuk seni pedalangan yang kita saksikan malam ini,” ujarnya.

Eris menekankan pentingnya mengenalkan wayang kepada generasi muda.

“Ini momentum yang baik untuk mengenalkan wayang pada anak-anak kita. Dari tepung—kenal dulu—kemudian srawung, berinteraksi, hingga akhirnya mereka mau belajar. Wayang bukan hanya tontonan, tetapi mengandung tuntunan hidup yang luar biasa,” jelasnya.

Tak lupa, ia menyampaikan ucapan selamat Hari Guru Nasional.

“Tidak ada ucapan yang lebih mulia kepada para guru selain ‘Terima Kasih Guruku’. Kita semua ada di sini berkat guru-guru kita,” tegasnya.

Pagelaran wayang kulit di Gemuh ini menjadi dua momentum penting sekaligus, peringatan Hari Guru Nasional dan pelestarian budaya lokal. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kendal berharap para guru, siswa, dan masyarakat umum dapat menyerap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam seni tradisi.

Acara berlangsung meriah dan mendapat antusias tinggi dari masyarakat setempat. Selain sebagai hiburan, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda Kendal.

Diskominfo/ian


Indeks Berita