KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal mendorong peran aktif pemuda dalam mengawal pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi saat menghadiri kegiatan Refleksi Akhir Tahun yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kendal, Wate Six Weleri, Selasa malam (23/12/2025)
Kegiatan yang mengangkat tema “Ekonomi Hijau dan Pembangunan Berkelanjutan, Mengukur Jejak Merajut Asa 2026”
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi strategis terkait berbagai persoalan lingkungan di Kabupaten Kendal, mulai dari pengelolaan sampah, kondisi Pasar Weleri, hingga potensi bencana banjir dan longsor.
Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kendal, Abdul Malik, menyampaikan bahwa refleksi akhir tahun ini bertujuan memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan masukan terhadap kondisi pembangunan di Kabupaten Kendal.
Ia menyoroti kondisi Pasar Weleri yang saat ini masih sepi akibat sebagian besar pedagang telah beralih ke lokasi relokasi dan belum kembali ke pasar induk. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap isu pengelolaan sampah serta alih fungsi lahan yang semakin masif.
“Melalui refleksi ini, kami berharap dapat merumuskan langkah-langkah yang tepat ke depan agar pembangunan di Kendal tetap berkelanjutan,” ujar Wabup Kendal.
Dalam forum tersebut, Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal yang juga Ketua Majelis Lingkungan Hidup PD Muhammadiyah Kendal, Wasito, memaparkan bahwa produksi sampah di Kabupaten Kendal saat ini mencapai rata-rata 450 ton per hari, sementara jumlah armada pengangkut masih terbatas.
Ia menegaskan, bahwa penanganan sampah memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk mendukung kebijakan Bupati Kendal terkait program satu desa satu bank sampah sebagai upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Terkait pengelolaan sampah, Wakil Bupati Kendal menjelaskan bahwa Pemkab Kendal tengah menyiapkan langkah strategis, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam jangka panjang, Pemkab Kendal berencana bergabung dalam program aglomerasi pengolahan sampah menjadi energi di wilayah Semarang yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2027.
Sementara untuk solusi jangka pendek, Pemkab Kendal berencana mengolah sampah menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF). “Kami telah melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan pengelola sampah. Jika seluruh proses berjalan lancar, Insyaallah program RDF dapat diluncurkan pada Februari mendatang,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Kendal berharap sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna mewujudkan pembangunan Kabupaten Kendal yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Diskominfo Kendal/Ian