KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan sektor pertanian, khususnya komoditas hortikultura unggulan bawang merah.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kendal saat kegiatan Panen Raya Bawang Merah Bersama Petani Bawang Merah Desa Krompaan, Kecamatan Gemuh, Rabu (31/12/2025).
Ia juga menyampaikan, bahwa keberhasilan pembangunan sektor pertanian salah satunya dapat dilihat dari meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP). Menurutnya, peningkatan kemampuan petani dalam membangun jejaring pasar dengan pelaku usaha pertanian lainnya menjadi kunci utama dalam mendorong kesejahteraan petani.
“Melalui peningkatan jaringan pasar produk hortikultura, kami berharap kesejahteraan petani semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan Visi dan Misi Kabupaten Kendal, yaitu Bersama Membangun Kendal Semakin Maju, Sejahtera, Adil, Makmur, Lestari, dan Berkelanjutan,” ujar Bupati Kendal.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa visi tersebut diwujudkan melalui beberapa misi, di antaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia sesuai kompetensi, tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan inklusif, pengembangan infrastruktur desa berbasis lingkungan, serta penciptaan lapangan pekerjaan dan kesempatan usaha yang luas.
Kabupaten Kendal sendiri merupakan salah satu penghasil bawang merah utama di Jawa Tengah dan telah diakui oleh Kementerian Pertanian sebagai daerah penyangga komoditas bawang merah terbesar kedua setelah Kabupaten Brebes.
Sentra budidaya bawang merah tersebar di beberapa kecamatan, seperti Ringinarum, Ngampel, Pegandon, Weleri, dan Gemuh, yang menunjukkan potensi besar serta kualitas produk yang kompetitif.
Berdasarkan data pertanaman bawang merah tahun 2024, Kabupaten Kendal memiliki luas tanam mencapai 2.761 hektare, luas panen 2.553 hektare, dengan total produksi 25.166 ton dan produktivitas rata-rata 9,86 ton per hektare. Capaian ini menempatkan bawang merah Kendal sebagai komoditas unggulan yang mampu bersaing di berbagai daerah.
Untuk mendukung pengembangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kendal telah melakukan berbagai upaya, di antaranya pendirian Bangsal Bawang Merah serta pembentukan paguyuban petani.
Dukungan struktural dan teknis dari pemerintah terus diberikan dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan petani dan stabilisasi pasokan nasional, meskipun tantangan terkait permodalan dan biaya produksi masih perlu diatasi secara berkelanjutan.
“Panen raya ini menjadi bukti nyata bahwa sektor pertanian mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Dengan adanya kepastian pasar, petani akan semakin termotivasi.
"Mari kita terus berkolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” tambah Bupati Kendal.
Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat (STO) Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Muhammad Agung Sunusi, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi Kabupaten Kendal dalam menjaga stabilitas produksi dan harga bawang merah di Jawa Tengah.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2024, produksi bawang merah di Jawa Tengah mencapai 607.897 ton dengan luas tanam 53.124 hektare dan luas panen 52.241 hektare. Kabupaten Kendal menempati peringkat keempat sebagai penghasil bawang merah di Jawa Tengah dengan kontribusi sekitar 25 ribu ton per tahun.
“Artinya, hampir setiap bulan kami berharap ada sekitar 200 hingga 230 hektare yang dipanen. Kendal merupakan kabupaten dengan indeks harga bawang merah yang relatif stabil, sehingga Kendal menjadi barometer bagi kabupaten lain,” ungkap Muhammad Agung.
Melalui kegiatan panen raya dan bazar ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani akan semakin kuat dalam menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani bawang merah di Kabupaten Kendal.
Diskominfo Kendal/ Ian