Kendal – Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari, didampingi kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan monitoring bencana banjir di Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jumat (16/1/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kendal menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah melakukan pengecekan langsung di lapangan.
Ia menjelaskan, bahwa pemerintah desa akan segera mengajukan surat kepada Pemerintah Kabupaten Kendal untuk ditindaklanjuti.
“Kami sudah cek, nanti dari pemerintah desa segera mengajukan surat kepada Pemkab Kendal. Selanjutnya surat tersebut akan diproses melalui BPBD, kemudian akan ditetapkan SK kebencanaan," tutur Bupati Kendal.
Menurut Bupati Kendal, untuk banjir disebabkan air dari Kali Waridin meluap dan menjebol pintu air. Kemudian untuk penanganan pembuatan palang pintu air tersebut akan diserahkan ke pemerintah desa.
Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kendal, Iwan Sulistyo, menyampaikan bahwa hingga Jumat siang masih terdapat 19 desa dan kelurahan dari lima kecamatan yang tergenang banjir.
“Di antaranya Kecamatan Kendal, Pegandon, Brangsong, Kaliwungu, dan Ngampel. Kondisi saat ini genangan masih ada terutama di daerah Ngampel, Pegandon, dan Kendal. Sementara ini tidak ada pengungsian, tapi di Desa Karangmulyo Pegandon itu atas inisiatif dari Pak Kades dan ibu-ibu PKK,” terang Iwan.
Iwan menambahkan bahwa hingga saat ini BPBD Kabupaten Kendal belum menetapkan status tanggap darurat terhadap musibah banjir yang melanda wilayah tersebut.
“Status kita masih siaga, belum ada peningkatan ke status tanggap darurat, karena berdasarkan kajian bencana yang terjadi belum mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat,” imbuhnya.
Ia juga berpesan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dini, mengingat cuaca ekstrem dan hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih diprediksi terjadi hingga 21 Januari 2026.
“Hari ini InsyaAllah akan ada operasi modifikasi cuaca, titiknya di Pantura termasuk di Kendal,” tambahnya.
Sementara warga setempat, Solikin mengaku kios dan rumah yang ia tinggali bersama 10 jiwa itu jebol dihantam limpasan arus Kali Waridin yang cukup deras.
"Tadi malam itu hujannya sangat deras. Kami was-was dan keluarga mengungsi semua tadi malam tidak berani di rumah karena airnya mengalir terus dan keras sekali membentur kios dan tembok rumah saya hingga ambrol," katanya.
Ia berharap kedepan pemerintah memberikan bantuan agar rumahnya yang jebol dihantam air itu dapat diperbaiki.
Diskominfo Kendal / Ian