Kendal– Dewan Pengurus Daerah (DPD) Permadani Kabupaten Kendal menggelar Wisuda Purna Wiyata Pawiyatan Pamedhar Sabda Tuwin Panatacara Bergada 51 dan 52, Selasa (20/01/2026) di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal.
Kegiatan yang diikuti oleh 94 wisudawan dan wisudawati tersebut, sebagai upaya memperkuat pelestarian bahasa dan budaya Jawa di tengah masyarakat.
Acara ini dihadiri Wakil Bupati Kendal Benny Karnadi, Penjabat Sekretaris Daerah Kendal, Agus Dwi Lestari, para kepala organisasi perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal, Ketua Dewan Pengurus Pusat Permadani, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Permadani Provinsi Jawa Tengah, para Ketua DPD Permadani dari Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Demak, sesepuh Permadani Kendal, para dwija, paranpara Permadani, budayawan, serta keluarga wisudawan dan wisudawati.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kendal Benny Karnadi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus DPD Permadani Kabupaten Kendal yang telah mengadakan acara wisuda ini, dan berharap semoga kegiatan ini bisa terjaga dengan baik, agar warga Kendal khususnya bisa berbahasa Jawa dengan baik dan benar,” ujarnya Wabup Kendal.
Ketua DPD Permadani Kabupaten Kendal, Sapto Nugroho, mengatakan bahwa para peserta yang diwisuda diharapkan mampu mengambil peran lebih besar di masyarakat.
“Mereka yang hari ini diwisuda diharapkan bisa menyiapkan diri untuk lebih bermanfaat dan berperan dalam menguri-uri bahasa Jawa serta kegiatan kemasyarakatan,” kata Sapto.
Sapto Nugroho juga mengingatkan tantangan budaya di era keterbukaan saat ini. Maka, pihaknya mengajak anggota untuk sadar bahwa budaya kita sudah sangat terbuka. "Jika tidak siap berperan dengan kesadaran, maka kita akan hanyut oleh persoalan dunia,” ujarnya.
Menurut Ketua DPD Permadani, para wisudawan dari Bergada 51 dan 52 akan mengikuti pelatihan lanjutan selama empat bulan.
“Ada sebanyak 94 anggota DPD Permadani Kendal yang hari ini diwisuda, dengan harapan mereka bisa bersama-sama menjadi pagar dan benteng kebudayaan Jawa,” ungkap Sapto.
Pelatihan tersebut mencakup materi keprotokolan, pemahaman dan tata bahasa, tembang, pesan, keterampilan berbahasa, hingga ngadi sariro dan ngadi busono agar peserta mampu tampil sesuai tata busana Jawa gaya Surakarta maupun Yogyakarta.
“Sampai hari ini, anggota Permadani di seluruh Indonesia sekitar 2.800 orang dan saat ini sudah mencapai angkatan ke-52 sejak berdiri tahun 1986,” tambah Sapto.
Ia juga menyoroti keterlibatan generasi muda dalam Permadani. Menurutnya sudah banyak anak muda yang mengikuti kegiatan Permadani.
“Ini sesuatu yang membanggakan, agar tidak muncul kesan Permadani hanya untuk orang tua, melainkan lembaga yang terbuka bagi semua usia,” tutup Sapto.
Diskominfo Kendal/Sandy