Kendal- Pemerintah Desa Trisobo bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kendal mengajak generasi muda untuk melek literasi digital antisipasi informasi hoax dan kejahatan scem, Rabu malam (1/7/2026) di gedung serbaguna Desa Trisobo, Kecamatan Boja.
Acara disambut sangat antusias oleh generasi muda Desa Trisobo, dan dihadiri oleh Kepala Desa Trisobo, Sugiyo Hadi Prayitno, SE. MM, Sekretaris Desa Trisobo, Joko Sudrajat, S.H., beserta para perangkat desa lainnya, serta hadir Heri Susanto, S.H sebagai narasumber, perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kendal.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Trisobo Sugiyo Hadi menyampaikan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda agar lebih melek perkembangan digital, sehingga bisa mengambil manfaat sisi positifnya dan mengantisipasi dampak dari sisi negatifnya.
"Harapannya melalui kegiatan ini para generasi muda Desa Trisobo bisa lebih memahami tentang keamanan informasi digital, agar terhindar dari informasi hoax dan kejahatan scem yang saat ini marak terjadi," ujar Sugiyo Hadi.
Sekretaris Desa Trisobo, Joko Sudrajat menambahkan, di era kemajuan teknologi, literasi digital menjadi pondasi utama dalam menyaring informasi, melindungi privasi, dan menjadi kejahatan siber. Maka, diharapkan para generasi muda Desa Terisobo bisa mengikuti kegiatan ini baik.
Dalam kesempatan itu, Heri Susanto menerangkan materi Stategi Menangkal Informasi Hoax dan Antisipasi Kejahatan Scam, serta Etika Bersosial Media.
Menurut Heri, Informasi hoax dampaknya sangat buruk bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, karena akan memicu konflik sosial dengan memecahkan persatuan dan kesatuan bangsa melalui narasi-narasi adu domba.
"Maka, untuk mengantisipasi hal tersebut, ada beberapa hal yang perlu dipahami, yaitu dengan mengenal ciri-ciri Informasi hoax yang disebarkan melalui platform digital. Pertama, judulnya bombastis dan provokatif. Kedua, ajakan untuk segera menyebarkan informasi tersebut. Ketiga, sumbernya tidak jelas. Keempat, informasinya sepihak untuk menyudutkan atau memfitnah seseorang atau suatu lembaga," terang Heri.
Lebih lanjut Heri mengatakan, langkah strategis untuk mengantisipasi, yang pertama adalah harus bisa menahan diri, dan tidak ikut dalam menyebarkan informasi palsu tersebut. Kedua, harus diverifikasi dengan ciri-ciri berita atau informasi hoax, bahkan harus dicek nama penulis, kapan dan dimana tempat kejadiannya.
Kemudian, yang ketiga, harus dibandingkan dengan melihat berita-berita terpercaya dari lembaga-lembaga penyiaran nasional dan portal resmi milik pemerintah.
"Langkah yang keempat, jika kita menermukan informasi hoax, maka bisa melaporkan akun penyebar informasi palsu tersebut kepada pihak pemerintah setempat, sehingga bisa segera diporkan dan diblokir," terang Heri Susanto.
Selanjutnya narasumber juga menerangkan, terkait dengan antisipasi kejahatan scem yang saat ini marak terjadi, yang biasanya dilakukan melalui media sosial maupun melalui saluran digital lainnya.
"Kita harus waspada, jangan memberikan data pribadi kepada orang-orang asing, baik melalui saluran telpon, SMS, maupun melalui media sosial. Biasanya kejahatan scem ini dikemas dengan berbagai bentuk, seperti iming-iming hadiah, undangan berbentuk APK, maupun berbentuk lainnya," ungkap Heri yang juga sebagai tim liputan berita Kendal.
Selain itu, narasumber juga menyampaikan materi etika bersosial media, karena menurutnya etika menjadi suatu pondasi yang penting bagi generasi muda untuk membentuk karakter warga net yang cerdas,
santun, dan berperan aktif
aktif untuk kemajuan digital
Indonesia.
Diakhir penyampaiannya, Heri Susanto berharap, agar generasi muda ini menjadi agen-angen kebaikan dan berperan aktif dalam menangkal informasi hoax dan kejahatan siber lainnya, serta mengajak generasi muda untuk mengutamakan etika dalam bersoial media maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dua arah, membahas lebih detail terkait dengan paparan materi yang disampaikan oleh narasumber.
Salah satu generasi muda Desa Trisobo, Dea Sifa menyampaikan, bahwa kegiatan ini banyak memberikan pemahaman terkait antisipasi untuk menanggulangi dampak-dampak negatif di era digital saat ini.
"Tentunya kegiatan ini sangat bermanfaat, karena memberikan pencerahan dari apa yang menjadi keresan generasi muda saat ini. Termasuk antisipasi berita hoax, antisipasi kejahatan scem, dan mengajarkan etika dalam bersedia sosial, sehingga ilmu ini nantinya akan kami sampaikan kepada keluarga dan masyarakat dilingkungan sekitar, agar terhindar dari kejahatan-kejahatan digital dan lebih bijak dalam menggunakan media sosial," ujar Desa Sifa.
Diskominfo Kendal/Heri