Berita Terkini


Lestarikan Budaya, Bupati Kendal Hadiri Tradisi Sedekah Laut di Bandengan

Minggu, 12 Juli 2026 20:30:31

Kendal- Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari, S.E., M.M., menghadiri acara Sedekah Laut yang berlangsung khidmat di Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal, Minggu (12/7/2026).

Tradisi tahunan ini menjadi wujud syukur masyarakat nelayan di kelurahan Bandengan atas anugerah hasil laut yang melimpah dari Allah SWT.

Sebelum larung sesaji, masyarakat terlebih dahulu melakukan ziarah ke makam tokoh pendiri Bandengan, yaitu Mbah Rancang dan Mbah Jenggot.

Panitia pelaksana Sedekah Laut, Ali Subkhan menyampaikan, bahwa larung sesaji adalah simbol rasa syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan rejeki yang berlimpah kepada warga Bandengan. Selain itu, juga untuk mendoakan para ulama dan sesepuh Kelurahan Bandengan yang sudah meninggal.

"Harapannya tradisi ini membawa keberkahan dan keselamatan bagi seluruh masyarakat nelayan di Kelurahan Bandengan," ujar Ali Subkhan.

Ia juga menjelaskan, acara ini dimeriahkan dengan perpaduan tradisi Sedekah Bumi yang menampilkan berbagai kesenian tradisional, mulai dari karnaval, wayang kulit, campursari, hingga pertunjukan barongan.

Dalam acara karnaval warga mengekspresikan diri dengan menampilkan kreativitasnya masing-masing, seperti menggunakan pakaian adat, memakai gaun dari sampah plastik, dan lain sebagainya.

"Hal itu menunjukkan bahwa warga Bandengan ini peduli terhadap budaya, dan peduli terhadap lingkungan selaras dengan program dari pemerintah Kabupaten Kendal yaitu Kendal lestari," terang Ali Subkhan.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Mbak Tika ini menekankan pentingnya menjaga warisan leluhur. Menurutnya, trasisi sedekah laut bukan sekadar seremonial, melainkan aset budaya tak ternilai yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.

"Tradisi ini mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dengan alam. Selain sebagai bentuk syukur, kegiatan ini juga berdampak positif bagi sektor pariwisata, pemberdayaan UMKM, serta mempererat tali silaturahim dan semangat gotong royong antar warga demi menjaga kondusivitas wilayah," ujar Mbak Tika.

Tokoh masyarakat setempat, Zaenal Arifin, menjelaskan, bahwa tradisi sedekah laut ini, selain untuk mendoakan para sesepuh juga untuk nguri-uri budaya yang sudah dilaksanakan oleh sesepuh terdahulu.

"Sedekah laut ini untuk mendoakan sekaligus meneruskan apa yang sudah dilakukan oleh Mbah Rancang yang dikenal sebagai pembuka wilayah Bandengan, dan Mbah Jenggot yang memiliki nama asli Syekh Zakaria Umar merupakan seorang ulama dari Kerajaan Mataram sekaligus nelayan ulung," terang Zaenal Arifin.

Acara puncak yang ditandai dengan prosesi larung sesaji, diikuti oleh ratusan perahu nelayan. Masyarakat setempat, mulai dari anak-anak hingga orang tua, tampak antusias mengikuti doa bersama di tengah perairan laut Bandengan.

Diskominfo Kendal/Heri


Indeks Berita