Kendal- Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permanasari, S.E., M.M., mengapresiasi program Rumah Syukur Siddiqiyyah yang membantu mewujudkan hunian layak bagi masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Bupati Kendal saat meresmikan dua unit Rumah Syukur di Desa Tosari, Kecamatan Brangsong, Senin (31/8/2026).
Dua rumah tersebut sebelumnya masuk kategori rumah tidak layak huni (RTLH). Perbaikan dilakukan melalui program jamaah Thoriqoh Siddiqiyyah sebagai bentuk kepedulian dan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia.
Penyerahan dan peresmian rumah dilaksanakan dalam rangkaian santunan nasional ke-22, tasyakuran Maulid Nabi Muhammad SAW, HUT Dhibra ke-26, serta penyampaian rumah syukur Kemerdekaan Indonesia layak huni Shiddiqiyyah ke-25. Kegiatan dipusatkan di salah satu rumah penerima bantuan, milik Jumaiyah, warga RT 02/03 Desa Tosari.
Selain Jumaiyah, rumah kedua diberikan kepada Ngasmani, warga Desa Tosari yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan. Bupati Kendal menyampaikan terima kasih kepada jamaah Thoriqoh Siddiqiyyah atas kontribusi yang diberikan kepada masyarakat Kendal.
“Semoga ini memberikan keberkahan dan manfaat bagi Ibu Jumaiyah sama Bapak Ngasmani. Tentunya ini membantu warga Kabupaten Kendal terkait pemenuhan rumah layak huni,” ujar Bupati Kendal.
Menurut Bupati Kendal, dua rumah tersebut menambah hunian sehat dan layak bagi masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan agar manfaatnya dirasakan lebih banyak warga.
Ketua Organisasi Pemuda Siddiqiyyah Kabupaten Kendal, Arif Hidayat, menjelaskan bahwa pembangunan Rumah Syukur merupakan bentuk rasa syukur warga Siddiqiyyah atas kemerdekaan Indonesia. Tahun ini, pembangunan mulai dilaksanakan pada 22 Juni.
“Untuk hari ini kita melaksanakan dua kegiatan, yaitu seremoni penyerahan Rumah Syukur Kemerdekaan Bangsa Indonesia di Kabupaten Kendal dan tasyakuran kelahiran Nabi Muhammad, sekaligus ulang tahun Dhibra,” jelas Ketua Organisasi Pemuda Siddiqiyyah Kendal Arif.
Secara nasional, Dhibra Shiddiqiyyah membangun 136 unit Rumah Syukur yang tersebar di berbagai daerah. Khusus Kabupaten Kendal, terdapat dua unit yang seluruhnya berada di Desa Tosari.
Arif menambahkan, program tersebut telah berjalan selama 22 tahun. Awalnya, bantuan diberikan melalui pemugaran atau renovasi rumah. Sejak 2015, pembangunan dilakukan dengan metode bedah rumah secara total.
“Ini sudah tahun ke-22. Dulu awal-awal kita hanya melaksanakan pemugaran atau renovasi. Terus setelah tahun 2015 kita melaksanakan bedah rumah total sampai saat ini,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pembangunan rumah bukan berasal dari bantuan pemerintah. Dana dihimpun dari sedekah warga Siddiqiyyah di Kabupaten Kendal serta tambahan dana motivasi dari guru.
“Kita tidak membawa proposal ke lingkungan, organisasi maupun pemerintah. Ini sebagai wujud rasa syukur dari warga Siddiqiyyah atas nikmat kemerdekaan bangsa Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Ngasmini salah satu penerima bantuan, mengatakan bahwa bantuan tersebut menjadi hal yang sangat berarti. “Terima kasih banyak ini sangat bermanfaat," ujarnya.
Diskominfo Kendal/Sandy