Berita Terkini


Antisipasi Banjir, Pemkab Kendal Normalisasi Sungai Kaliaji

Senin, 07 September 2026 10:02:09

Kendal- Pemerintah Kabupaten Kendal mulai melangkah untuk mengantisipasi potensi banjir jelang musim hujan dengan melakukan proyek pengerukan dan normalisasi sungai.

Langkah ini diambil guna menjawab keluhan warga terkait sedimentasi sungai yang sudah menumpuk selama puluhan tahun di Sungai Kaliaji Kaliwungu.

Saat memantau langsung di lokasi, Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari, menyatakan bahwa normalisasi ini difokuskan pada tiga ruas sungai, salah satunya Sungai Kaliaji. Meski kewenangan pengelolaan sungai berada di pemerintah provinsi, Pemkab Kendal memutuskan untuk turun tangan langsung demi merespons urgensi di lapangan.

"Pengerukan ini sebetulnya tanggung jawab provinsi. Namun, karena belum terjadwal dari provinsi sementara sedimentasi sudah sangat tinggi dan mendesak untuk antisipasi musim hujan, kami berinisiatif menggunakan APBD Kabupaten Kendal," ujar Dyah Kartika Permanasari saat meninjau lokasi pengerukan, Kamis (3/9/2026).

Bupati Kendal juga menyampaikan, bahwa Pemkab Kendal telah mengajukan pemberitahuan dan perizinan resmi ke pemerintah provinsi. Berdasarkan regulasi penggunaan APBD kabupaten pada aset provinsi, anggaran daerah sebatas diperbolehkan untuk kegiatan pemeliharaan dan normalisasi.

Menurut Bupati Kendal, pengerukan ini mencakup tiga ruas utama yang dikerjakan dalam satu paket pekerjaan, yaitu di Sungai Kaliaji mulai dari Jembatan Gedebokan Krajan Kulon hingga area Brimob Plantaran sepanjang 900 meter.

"Ruas Kedua meliputi area Jembatan Desa Sukomulyo, Desa Blorok, hingga Desa Penjalin sepanjang 3,1 kilometer. Dan ruas ketiga meliputi area Jembatan Jalan Cepiring–Gondang hingga Jembatan Jalan Pantura sepanjang 1,5 kilometer," terang Bupati Kendal yang akrab disapa Mbak Tika.

Total alokasi pagu anggaran tender untuk pengerjaan paket ini mencapai Rp600 juta, dengan nilai kontrak yang disepakati sebesar Rp580,86 juta.

Kendala di Lapangan
Dalam pelaksanaannya, tim di lapangan mengerahkan dua unit alat berat, yaitu ekskavator ukuran kecil dan ekskavator lengan panjang (long arm). Pekerjaan ini menghadapi sejumlah tantangan teknis, antara lain bentangan kabel-kabel di sekitar sungai yang mengganggu pergerakan alat berat.

Pemerintah Kabupaten Kendal berharap pengerukan ini dapat mengembalikan kapasitas tampung sungai secara optimal sehingga risiko luapan air saat musim hujan dapat ditekan secara signifikan.

Mujiono warga desa setempat mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kendal yang telah perhatian jauh-jauh hari sudah mulai mengeruk Kaliaji untuk antisipasi terjadinya banjir yang sering kali melanda wilayah Pasar Gladag Kaliwungu.

"Ini sudah 20 tahunan tidak ada pengerukan, yang ada hanyalah kegiatan kerja bakti saja, sehingga tidak optimal. Alhamdulillah kali ini dilakukan pengerukan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal yang dipantau langsung oleh Ibu Dyah Kartika Permanasari," ujar Mujiono.

Ia juga mengaku sangat senang adanya pengerukan Kaliaji, karena sering menyebabkan banjir, harapannya ke depan tidak ada lagi banjir di wilayah tersebut.

Diskominfo Kendal/Heri


Indeks Berita