Berita Terkini


Bupati Kendal Sambut Baik Investasi PT Ausilabs Pharma Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 13:51:24

Kendal- Pemerintah Kabupaten Kendal menyambut baik pembangunan pabrik PT Ausilabs Pharma Indonesia di Kawasan di Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Rabu (7/10/2026).

Pembangunan tersebut ditandai dengan kegiatan groundbreaking atau peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari bersama Komisaris PT Ausilabs Pharma Indonesia Jebul Suroso beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, kehadiran investasi baru di Kabupaten Kendal diharapkan semakin memperkuat aktivitas industri sekaligus memberikan dampak nyata terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kendal maupun pribadi, kami mengucapkan selamat datang di Kabupaten Kendal kepada Bapak-Ibu semua. Semoga dengan kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan menumbuhkan harapan kita semua, serta terjalin kerja sama yang semakin baik,” ujar Bupati Dyah Kartika Permanasari.

Bupati Kendal juga mengapresiasi kepada PT Ausilabs Pharma Indonesia yang telah memilih Kabupaten Kendal sebagai lokasi investasi. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kendal menyambut baik sekaligus mendukung pembangunan pabrik tersebut.

Ia menjelaskan, Kabupaten Kendal merupakan salah satu daerah penyangga ekonomi di Jawa Tengah yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Hal tersebut tercermin dari sejumlah capaian pembangunan, khususnya dalam pertumbuhan ekonomi dan investasi.

“Capaian tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Kendal terus bergerak ke arah yang positif. Hal ini tidak terlepas dari sinergi seluruh pihak dalam mendorong investasi, aktivitas industri, serta pertumbuhan berbagai sektor ekonomi di Kabupaten Kendal,” tutur Bupati Kendal, yang akrab disapa Mbak Tika.

Menurut Mbak Tika, pemerintah daerah akan terus menciptakan iklim investasi yang kondusif, aman, dan responsif. Kemudahan berusaha juga menjadi perhatian melalui pelayanan birokrasi yang cepat dan transparan.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung dunia usaha dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif, aman, dan responsif. Kami akan memastikan kemudahan berbisnis melalui pelayanan birokrasi yang cepat dan transparan, agar kolaborasi berjalan beriringan demi kemajuan bersama,” tutur Mbak Tika.

Ia berharap kehadiran PT Ausilabs Pharma Indonesia dapat memberikan dampak positif bagi Kabupaten Kendal, terutama melalui peningkatan aktivitas industri dan pembukaan lapangan kerja baru.

Sementara itu, Komisaris PT Ausilabs Pharma Indonesia Jebul Suroso menjelaskan, pembangunan pabrik tersebut merupakan kemitraan antara pihak dari Singapura, India, dan Indonesia.

Jebul mengatakan, pembangunan industri farmasi tersebut merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah untuk memperkuat sektor ekonomi melalui program industrialisasi. Hal tersebut dinilai sejalan dengan banyaknya usaha organisasi Muhammadiyah di bidang kesehatan dan pendidikan tinggi bidang kesehatan.

“Maka paling pas kita mengelola usaha dan industri di bidang farmasi. Kita melihat organisasi Muhammadiyah di Jawa Tengah selama 1 tahun belanja obat untuk rumah sakit totalnya Rp4 triliun. Artinya kebutuhan obat dan alkes sangat tinggi," kata Jebul.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut mempertemukan Muhammadiyah dengan investor dari Singapura dan India yang memiliki kemampuan serta memungkinkan adanya alih teknologi dan transformasi teknologi di bidang pengobatan.

Jebul menyebut, pembangunan awal pabrik berada di lahan seluas sekitar 7.000 meter persegi dan akan dikembangkan seiring dengan kebutuhan ke depan.

“Ke depan juga kita menjadikan ini sebagai ekosistem, bukan hanya di obat tetapi juga di alat kesehatan,” ungkap Komisaris PT Ausilabs Pharma Indonesia.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Tafsir turut mengapresiasi pembangunan pabrik tersebut. Menurutnya, Muhammadiyah tidak hanya bergerak sebagai organisasi kemasyarakatan, tetapi juga terus membangun penguatan ekonomi, baik di sektor hilir maupun hulu.

Ia menyampaikan, Muhammadiyah saat ini memiliki 56 rumah sakit di Jawa Tengah, dengan lima di antaranya berada di Kabupaten Kendal. Dari jaringan rumah sakit tersebut, terdapat perputaran ekonomi yang mencapai sekitar Rp4 triliun pertahun.

“Setelah dibangunnya PT Ausilabs Pharma Indonesia yang memproduksi obat, kita tidak perlu impor lagi,” ujar Tafsir.

Dengan dimulainya pembangunan PT Ausilabs Pharma Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kendal berharap investasi tersebut dapat berkembang sekaligus memperkuat ekosistem industri di daerah, khususnya sektor farmasi dan alat kesehatan, serta memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi dan masyarakat Kabupaten Kendal.

Diskominfo Kendal/Ian


Indeks Berita